Wagub Krisantus Akan Cium Lutut Dedi Mulyadi Jika Bisa Bangun Kalbar dengan APBD Rp6 Triliun
Rita Noor Shobah April 11, 2026 11:08 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Warganya mau pinjam Dedi Mulyadi agar jalan diperbaiki, Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Krisantus Kurniawan pun langsung merespons.

Krisantus menyatakan siap mencium lutut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi jika mantan Bupati Purwakarta itu mampu membangun jalan di Kalbar hanya dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp6 triliun. 

Pernyataan itu disampaikan menyusul viralnya perbandingan kondisi jalan di Kalbar dengan Jabar yang beredar di media sosial.

Baca juga: Dedi Mulyadi Ajukan Pinjaman Rp 2 Triliun ke Bank BJB untuk Proyek Cimahi–Padalarang

Krisantus mengaku telah melihat langsung video yang menyoroti kerusakan jalan di Bedayan, SP 3, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.

“Beberapa waktu lalu saya nonton TikTok, di kampung saya Sepauk. Gencar sekali menyebar. Jalan rusak dibanding-bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat,” ujarnya di Pendopo Bupati Sintang, dikutip dari TribunPontianak, Kamis (9/4/2026).

Krisantus Kurniawan menanggapi keinginan warga yang ingin “meminjam” Dedi Mulyadi untuk memperbaiki jalan di Kabupaten Sintang. 

Ia mempersilakan hal tersebut, namun dengan catatan pembangunan dilakukan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalbar sebesar Rp 6 triliun.

“Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp 6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya,” katanya saat membuka Musrenbang di Pendopo Bupati Sintang, dikutip dari TribunPontianak, Kamis (9/4/2026). 

Baca juga: Riset Performa Digital Gubernur se-Indonesia: YouTube Dongkrak Rudy Mas’ud, Dedi Mulyadi Teratas

Kalbar Tidak Bisa Disamakan dengan Jabar

Krisantus menegaskan bahwa kondisi Kalbar tidak dapat disandingkan dengan Jabar, baik dari sisi luas wilayah maupun kemampuan anggaran.

“Jawa Barat itu luasnya sekitar 43.000 kilometer persegi dengan APBD sekitar Rp 31 triliun," jelas Krisantus.

"Sementara Kalimantan Barat luasnya mencapai 171.000 kilometer persegi, lebih dari satu kali Pulau Jawa, tapi APBD kita hanya sekitar Rp 6 triliun lebih,” sambungnya.

Krisantus menambahkan, perbedaan tersebut membuat beban pembangunan infrastruktur di Kalbar jauh lebih besar.

“Semakin luas wilayah, semakin berat biaya pembangunan. Jadi masyarakat jangan sampai gagal paham,” tambahnya.

Baca juga: Rapor Setahun Gubernur versi DIR, Dedi Mulyadi Jadi Gubernur Paling Disorot

Upaya Pemerintah Daerah Perbaiki Infrastruktur 

Meski begitu, Krisantus memastikan bahwa pemerintah tetap berupaya menangani persoalan infrastruktur, khususnya di Kabupaten Sintang.

Pemerintah kabupaten, lanjutnya, telah menurunkan alat Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) untuk memperbaiki ruas jalan di Bedayan yang sempat viral.

“Infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Sintang memang berat, dengan kekuatan fiskal yang ada. Tapi pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam,” tegasnya.

Sebelumnya, keluhan warga terkait jalan rusak di Bedayan ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh pengguna Instagram bernama Elisabet.

Warga juga berharap Dedi Mulyadi dapat berkunjung langsung ke Kalbar, meski hanya sementara, untuk membantu perbaikan jalan.

“Tolong, lah Kang Dedi. Jalan kami babak belur. Gubernur kami pingsan kayaknya. Gak ada bangun jalan kami,” kata warga. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.