Sosok Sam Altman, Bos ChatGPT yang Rumahnya Diteror Bom Molotov, Pelaku Berusia 20 Tahun
Evan Saputra April 11, 2026 03:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Rumah milik CEO OpenAI ChatGPT, Sam Altman, dilaporkan menjadi sasaran teror pada Jumat dini hari (10/4/2026). 

Insiden tersebut terjadi ketika sebuah bom molotov dilemparkan ke area kediamannya.

Serangan itu menyebabkan bagian luar rumah, tepatnya di area gerbang perimeter, mengalami kebakaran.

Peristiwa ini langsung memicu respons cepat dari aparat keamanan setempat.

Departemen Kepolisian San Francisco atau San Francisco Police Department (SFPD) segera turun tangan setelah menerima laporan dari kawasan North Beach pada dini hari.

Baca juga: Kena OTT KPK, Intip Harta Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang Capai Rp20,3 Miliar

Dalam waktu singkat, polisi berhasil mengamankan seorang pria berusia 20 tahun yang diduga sebagai pelaku.

Tak hanya melakukan pelemparan bom molotov, pelaku juga disebut sempat melontarkan ancaman lain yang berkaitan dengan OpenAI.

Hal ini diungkapkan oleh juru bicara perusahaan tersebut.

"(Bahwa orang yang sama) juga telah membuat ancaman di markas besar kami di San Francisco," ujar juru bicara tersebut, mengutip BBC, Sabtu (11/4/2026).

“Kami sangat menghargai betapa cepatnya SFPD menanggapi dan dukungan dari kota dalam membantu menjaga karyawan kami tetap aman.”

Pihak kepolisian juga membenarkan adanya ancaman lanjutan.

Disebutkan bahwa pelaku sempat melarikan diri dari lokasi rumah Altman saat polisi pertama kali tiba. 

Namun, sekitar satu jam kemudian, ia muncul di luar kantor pusat OpenAI dan mengancam akan membakar gedung tersebut sebelum akhirnya berhasil ditangkap.

Meski demikian, hingga kini pihak kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait status hukum pelaku, termasuk apakah ia masih ditahan atau kapan akan secara resmi didakwa.

 

Sosok Sam Altman

Sam Altman dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di industri teknologi, khususnya dalam pengembangan kecerdasan buatan.

Lahir pada tahun 1985 di Amerika Serikat, Altman telah menunjukkan ketertarikannya pada dunia teknologi sejak usia dini.

Masa kecilnya dihabiskan dengan mengeksplorasi komputer.

Ia bahkan mulai belajar pemrograman serta membongkar perangkat Macintosh sejak berusia sekitar delapan tahun. 

Ketertarikan ini kemudian membawanya menempuh pendidikan di John Burroughs School di St. Louis, Missouri.

Setelah lulus, Altman melanjutkan studi di Stanford University dengan mengambil jurusan ilmu komputer. Namun, ia tidak menyelesaikan pendidikannya dan memilih keluar pada 2005 untuk fokus membangun startup.

Langkah awal kariernya dimulai dengan mendirikan Loopt, sebuah aplikasi berbasis lokasi yang memungkinkan pengguna berbagi posisi secara real-time. Startup ini menjadi bagian dari program akselerator Y Combinator, bahkan termasuk dalam angkatan awal bersama perusahaan lain yang kemudian berkembang pesat seperti Reddit.

Di bawah kepemimpinannya, Loopt berhasil menarik pendanaan lebih dari 30 juta dolar AS. Perusahaan tersebut kemudian diakuisisi oleh Green Dot Corporation pada 2012 dengan nilai sekitar 43,4 juta dolar AS.

Karier Altman terus menanjak. Ia juga dikenal sebagai investor dan pengusaha yang aktif mendirikan berbagai perusahaan. Salah satu tonggak penting dalam perjalanan kariernya adalah saat ia dipercaya memimpin Y Combinator pada 2014, menggantikan Paul Graham. Di bawah kepemimpinannya, lembaga tersebut berhasil mendanai lebih dari 2.000 startup dengan total valuasi mencapai lebih dari 100 miliar dolar AS.

Selain itu, Altman juga sempat terlibat dalam manajemen Reddit dan bahkan pernah menjabat sebagai CEO dalam waktu singkat sebelum akhirnya kembali ke peran strategis sebagai anggota dewan.

Perjalanan kariernya kemudian memasuki babak baru ketika ia ikut mendirikan OpenAI. Pada 2019, ia memutuskan untuk lebih fokus mengembangkan perusahaan tersebut setelah sebelumnya berperan aktif di Y Combinator.

OpenAI sendiri didukung oleh sejumlah tokoh besar di dunia teknologi, seperti Elon Musk, Peter Thiel, hingga Jeff Bezos.

Nama Sam Altman semakin dikenal luas setelah peluncuran ChatGPT, sebuah model bahasa berbasis AI yang mampu memahami dan menghasilkan teks layaknya manusia. Teknologi ini mampu mengolah data dalam jumlah besar dan memberikan respons yang relevan, sehingga menarik perhatian pengguna di seluruh dunia.

Dengan kiprah tersebut, Altman kini dipandang sebagai salah satu figur kunci dalam perkembangan kecerdasan buatan modern, sekaligus sosok yang turut membentuk arah masa depan teknologi global.

 
 (Tribunnews/Tribun Trends/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.