Miris! Siswa SD Inpres Uwen Pantai - SBB Terpaksa Belajar Pakai Papan Tulis Rusak
Fandi Wattimena April 11, 2026 04:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kondisi memprihatinkan dunia pendidikan kembali terjadi. 

Siswa di SD Inpres Uwen Pantai, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat, terpaksa menjalani proses belajar mengajar menggunakan papan tulis tak layak pakai.

Fakta ini terungkap dalam aksi demonstrasi orang tua murid bersama guru dan komite sekolah pada Jumat (10/4/2026). 

Mereka menyoroti berbagai persoalan di sekolah tersebut, salah satunya terkait fasilitas belajar yang sangat minim.

Salah satu guru, Yatri Sinia yang merupakan wali kelas 2, mengungkapkan bahwa kondisi papan tulis di kelasnya sudah lama rusak, namun hingga kini belum juga diganti.

“Saya sudah usul kepada kepala sekolah agar papan tulis yang rusak segera diganti dengan yang baru karena kondisinya sudah tidak layak. Tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut,” ujarnya.

Baca juga: Orang Tua dan Guru Demo Kepsek SD Inpres Uwen Pantai, Soroti Dana PIP, Gaji Honorer hingga BOS

Baca juga: Kepsek SMP N 9 Ambon Divonis 5 Tahun Penjara, Wajib Ganti Kerugian Negara Rp. 900an Juta

Menurutnya, papan tulis yang rusak sangat mengganggu proses pembelajaran. 

Guru kesulitan menyampaikan materi secara maksimal, sementara siswa juga tidak bisa melihat tulisan dengan jelas.

Situasi ini memicu kekecewaan para guru, terlebih karena sekolah menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang seharusnya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar pembelajaran.

“Sebagai wali kelas saya sangat jengkel. Masa anggaran dana BOS besar tapi tidak bisa membeli papan tulis yang baru,” tambah Yatri.

Kondisi tersebut memperlihatkan ketimpangan antara anggaran pendidikan dan realisasi di lapangan. 

Fasilitas dasar seperti papan tulis yang seharusnya menjadi penunjang utama kegiatan belajar justru diabaikan.

Para orang tua dan guru pun berharap pemerintah daerah serta instansi terkait segera turun tangan untuk memperbaiki fasilitas sekolah dan memastikan hak siswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak dapat terpenuhi.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah terkait kondisi tersebut maupun rencana perbaikan fasilitas yang dikeluhkan.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIT tersebut dipicu oleh berbagai persoalan serius yang diduga terjadi di lingkungan sekolah

Mulai dari penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP), gaji honorer, hingga dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Massa aksi datang dengan membawa sejumlah poster berisi tuntutan tegas. 

Di antaranya bertuliskan, “Pak Presiden Prabowo Kami Minta Keadilan Terhadap Akses Pendidikan dan Infrastruktur di SD Inpres Uwen Pantai".

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.