TRIBUNNEWS.COM - Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026 perlahan-lahan mulai terungkap.
Iran mulanya meminta kepada FIFA untuk memindahkan venue pertandingan mereka di fase grup keluar dari Amerika Serikat.
Kebetulan, Piala Dunia 2026 kali ini menggunakan sistem tuan rumah bersama, di mana Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada saling bahu-membahu menyelenggarakan turnamen tersebut.
Iran tak keberatan bakal bermain di Meksiko atau Kanada, selama tidak di Amerika Serikat.
Memanasnya hubungan kedua negara dan ketegangan di wilayah Timur Tengah lainnya menjadi penyebab yang tak bisa dihindari.
FIFA sebenarnya masih bungkam soal permintaan tersebut.
Namun ada sebuah kisi-kisi yang diberikan Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, soal situasi Iran.
Baca juga: Piala Dunia 2026 - Cristiano Ronaldo yang Sekarang Sebatas Pemanis di Skuad Portugal
Ia menegaskan FIFA tak memberikan izin kepada Iran untuk pindah tempat pertandingan keluar dari Amerika Serikat.
"FIFA akhirnya memutuskan pertandingan tidak bisa dipindahkan dari venue yang dijadwalkan," kata Sheinbaum dikutip dari German Press Agency.
"Dari sudut pandang FIFA, pemindahan venue akan menjadi usaha yang sangat berat dalam hal logistik," paparnya.
Iran sedikit melunak dengan mengajukan syarat kepada FIFA untuk mempertimbangkan tetap ikut Piala Dunia mendatang.
Mereka ingin pertandingan mereka di fase grup bisa dihelat di luar Amerika Serikat.
Skuad yang punya julukan Team Melli ini tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Pertandingan perdana Iran nantinya akan berhadapan dengan Selandia Baru pada 16 Juni di SoFi Stadium yang terletak di Inglewood, California, Amerika Serikat.
Sedangkan pertandingan kedua Iran bakal mempertemukan mereka dengan Belgia.
Laga tersebut akan digelar pada 22 Juni mendatang, juga di SoFi Stadium.
Hanya pertandingan ketiga mereka yang akan menggunakan venue berbeda.
Iran akan menghadapi Mesir pada 27 Juni di Lumen Field yang terletak di Seattle, Washington.
Federasi Sepak Bola Iran (IFF) telah meminta induk organisasi sepak bola dunia tersebut untuk memindahkan jadwal pertandingan, tetapi belum mendapatkan respons.
Perpindahan itu dilandasi dengan dasar yang jelas soal perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran sejak 28 Februari lalu hingga memicu konflik di seluruh kawasan Timur Tengah.
Dua minggu setelah perang, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan Iran dipersilakan datang ke negaranya untuk pertandingan yang akan mereka lakoni.
Namun, AS tak menjamin keselamatan dan keamanan para pemain Iran selama mengikuti ajang sepak bola terbesar ini.
"Saya benar-benar tidak percaya itu pantas bagi mereka untuk berada di sana, demi keselamatan dan keamanan hidup mereka sendiri," kata Trump.
Tim sepak bola Iran kemudian menanggapi komentar Trump melalui sebuah unggahan di media sosial.
Mereka menyatakan, "Tidak ada yang dapat mengecualikan tim nasional Iran dari Piala Dunia."
Untuk diketahui, Iran adalah tim Asia pertama yang memastikan lolos ke Piala Dunia 2026.
Tapi, Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj masih mengkhawatirkan keamanan timnya ketika bertanding di Amerika Serikat.
"Ketika Trump secara eksplisit menyatakan bahwa dia tidak dapat menjamin keamanan tim nasional Iran, kami tentu tidak akan melakukan perjalanan ke Amerika," bebernya.
(Tribunnews.com/Guruh, Sina)