Ribuan Pencari Kerja Padati ITB, Perusahaan Besar Ramai Buka Lowongan Management Trainee
Muhamad Syarif Abdussalam April 11, 2026 08:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Langkah kaki Chaerul Amir (24) menuju Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB) setelah mengelilingi employer booth di Aula Timur ITB pada Sabtu (11/4/2026). 

Bagi warga Cibiru, Kota Bandung, acara job fair bisa memberikan kesempatan baginya untuk mengetuk para perusahaan melalui Curriculum Vitae (CV) yang telah dipersiapkannya sejak semalam. 

Ini bukan kali pertama alumni Universitas Pendidikan Indonesia menyambangi acara serupa. Setelah lulus, dia memperkirakan telah datang sebanyak empat kali. 

"Sudah kali keberapa. Biasanya apply secara online, ketika ada kesempatan terutama di Bandung," ujarnya, saat berbincang dengan Tribunjabar.id, Sabtu (11/4/2026). 

 Di tengah ramainya bursa kerja tersebut, Caca (21) tampak berjalan pelan dari satu stan ke stan lainnya. 

Mahasiswi Teknik Pangan ini mengaku belum sepenuhnya tahu akan melangkah ke mana setelah lulus.

“Kalau dirangkum satu kata sih, susah (mencari pekerjaan)," ujar Caca. 

Ia mengaku, sejauh ini belum banyak pengalaman mencari kerja. Namun dari yang ia amati, tantangan terbesar justru datang dari ekspektasi yang tinggi dan realita di lapangan yang tak selalu sejalan.

“Sebenarnya belum ada pengalaman yang gimana-gimana. Cuma lihat dari orang lain, kadang antara terlalu idealis atau memang kondisinya yang nggak gampang,” katanya.

Caca bukan benar-benar baru mencoba peruntungan. Ia pernah melamar magang secara online, meski belum membuahkan hasil.

Karena itu, Titian Karier Terpadu (TKT) ITB menjadi salah satu cara untuk lebih mengenal dunia kerja secara langsung.

Acara yang digelar selama dua hari ini dipadati empat ribu para pencari kerja. Mereka secara bergantian mendatangi stan perusahaan. 

Kepala Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Kewirausahaan Mahasiswa Ditmawa ITB, Intan Taufik, mengatakan antusiasme Titian Karier Terpadu (TKT) ITB peserta cukup tinggi. 

Intan menyebut, Management Trainee memang banyak dicari oleh perusahaan yang membuka lowongan kerja. 

Posisi tersebut juga mendorong percepatan karir untuk fresh graduate ke jenjang managerial. 

Tak sekadar mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, ITB juga menyediakan layanan konsultasi karier gratis. Mulai dari diskusi arah karier, konsultasi CV, hingga simulasi wawancara kerja.

“Kadang di kampus itu tidak diajarkan cara membuat CV yang baik atau wawancara. Nah, di sini kita fasilitasi. Bahkan kalau ada yang mau pindah karier atau tertarik jadi entrepreneur juga bisa konsultasi,” jelasnya.

Pada gelaran di bulan April ini, tercatat 27 perusahaan berpartisipasi. Jumlah tersebut memang lebih sedikit dibandingkan periode Oktober yang bisa mencapai lebih dari 35 perusahaan.

Meski begitu, peluang kerja yang ditawarkan tetap beragam. Setiap perusahaan rata-rata membuka sekitar 10 hingga 20 posisi, meski jumlah pelamar yang masuk bisa jauh lebih banyak.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari ekosistem persiapan lulusan ITB sebelum memasuki dunia kerja. Sebelumnya, para calon wisudawan telah mendapat pembekalan sejak awal pekan.

“Harapannya ketika datang ke career fair ini mereka sudah siap, baik dari CV, cara wawancara, sampai mentalnya. Jadi setelah wisuda minggu depan, mudah-mudahan sudah ada yang langsung diterima kerja,” katanya.

Dikatakannya, secara rata-rata, lulusan ITB membutuhkan waktu sekitar dua hingga empat bulan untuk mendapatkan pekerjaan setelah wisuda. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.