Yohanes 20 :19-31
Oleh: RD. Dr. Maxi Un Bria
Rohaniwan Katolik Keuskupan Agung Kupang; Ketua Unio Indonesia.
POS-KUPANG.COM - Gereja Katolik merayakan Minggu Kerahiman Ilahi untuk mensyukuri dan menghormati Yesus Raja Kerahiman Ilahi.
Ia yang mengasihi sampai akhir, terluka, dihina dan mati di salib karena belaskasih-Nya yang besar kepada umat manusia yang penuh dosa.
Maut dikalahkan dengan cahaya kemuliaan kebangkitan. Sekalipun kebangkitan-Nya diragukan; disangsikan para rasul pada awal, utamanya Rasul Thomas, Yesus tetap hadir dan menampakkan diri bagi mereka dengan cara-cara yang dapat dikenal.
Ia hadir untuk menyapa dan memberi peneguhan bagi di tengah ketakutan dan keragu-raguan.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 12 April 2026, “Melihat dan Percaya”
Ia hadir untuk menegaskan bahwa Ia sungguh telah bangkit. Di atas semuanya Ia hadir di tengah-tengah mereka untuk menganugerahkan damai sejahtera dan menghembuskan Roh Kudus.
Roh yang memberi hikmat dan keberanian bagi para murid dalam memberi kesaksian tentang kebangkitan,pengampunan dosa dan warta gembira ke seluruh dunia.
"Damai bagi kamu" (Yoh 20 : 19). Ketika para murid dalam keadaaan takut terhadap para pemuka Yahudi dengan semua pintu rumah terkunci, Yesus datang di tengah-tengah mereka dan menyapa "Damai bagi Kamu."
Para murid bersukacita, setetlah Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka. Ia mengghembuskan Roh Kudus serta mengutus mereka untuk bersaksi tentang kabar gembira kebangkitan dan pengampunan dosa.
"Jika kamu mengampuni dosa orang,dosanya diampuni, dan jika kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada" ( Yoh 20:23 )
Kerahiman Ilahi yang kita rayakan berkaitan erat dengan dimensi belaskasih dan pengampunan Tuhan atas dosa umat manusia.
Dalam doa kerahiman Ilahi kita daraskan "Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belaskasih-Mu kepada kami dan kepada seluruh dunia".
Sebagaimana para murid telah mendapatkan penembusan dan pengampunan dari Tuhan atas dosa-dosanya.
Demikian juga mereka diutus untuk mewartakan belaskasih kerahiman Ilahi dan warta pengampunan dosa bagi umat manusia.
Dalam praktik pelayanan gereja Katolik, pesan Yesus diimplemetasikan dalam sakramen rekonsiliasi-pengakuan.
Menjelang perayaan Kerahiman Ilahi, para devosan Kerahiman Ilahi pun, diajak untuk menerima Sakramen Rekonsiliasi.
Perayaan Kerahiman Ilahi juga menghadirkan bacaan tentang Rasul Thomas yang menyangsikan kesasksian para rasul lainnya tentang kebangkitan Tuhan, karena itu ia tegas menyatakan sikapnya, tidak percaya. Dengan pernyataan para rasul "Kami telah melihat Tuhan" ( Yoh 20:25 ).
"Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku menaruh jariku ke dalam bekas paku itu dan menaruh tanganku ke lambung-Nya, sekali-kali aku tidak percaya" ( Yoh 20 :25). Thomas berpendirian keras dan membutuhkan pembuktian.
Tuhan mengerti pergumulan bathin dan pikiran Thomas, karena itu Ia yang berbelaskasih mau datang lagi menjumpai semua rasul di mana Thomas pun hadir.
Lihatlah, terhadap Thomas yang tidak percaya dan menyangsikan Tuhan pun, Ia bersabada "Dami bagi kamu." ( Yoh 20:26).
Sekarang Thomas yang tidak percaya, menjadi percaya dan berseru "Ya Tuhanku dan Allah-Ku" ( Yoh 20 :28).
Thomas memang percaya karena melihat. Ia melibatkan proses rasional, visual dan pembuktian secara fisik.
Sementara para murid lain juga percaya setelah berulangkali menjumpai dan mendengarkan Yesus yang hadir di tengah-tengah mereka.
Yesus mengapresiasi para rasul dan kita semua yang percaya kepada-Nya "Berbahagialah yang percayakarena melihat, namun lebih berbabahagia yang percaya sekalipun tidak melihat."
Yesus sebanyak tiga kali mengucapkan kalimat "Damai bagi kamu". Baik kepada para rasul yang penuh ketakutan maupun kepada Thomaas Rasul yang menyangsikan kesaksian sesama teman rasul tentang kebangkitan Tuhan.
Yesus menyampaian dan menawarkan damai bukan hanya kepada mereka yang sudah percaya, yang ragu-ragu dan tidak percaya pun, Yesus tawarkan. Damai sejahtera bagi kamu; ditujukan kepada semua orang.
Pertanyaannya adalah apakah kita terbuka untuk menerima tawaran dan sapaan Yesus "Damai bagi kamu"?
Bila kita menerima maka selanjutnya diutus untuk menjadi pembawa damai dan kabar sukacita kebangkitan.
Sementara yang tidak percaya, tentu saja sukacita damai akan kembali kepada Tuhan, sumber damai dan sukacita.
Dari Perayaan Minggu Kerahiman Ilahi, kita belajar hal-hal berikut. Pertama, tentang sikap orang beriman yang mengalami belaskasih dan pengampunan dari Tuhan, diutus untuk melakukan hal yang sama kepada sesama.
Kedua, berserah diri dan percaya sepenuhnya Kepada Tuhan. Ketiga, belajar bersikap kritis dan obyektif, seperti Rasul Thomas yangberusaha mencari dan menemukan kebenaran, dan selanjutnya percaya dan berserah diri kepada Tuhan.
Keempat, kita belajar menjadi murid-murid yang diutus untuk hadirkan belaskasih dan kerahiman Allah dalam tindakan -tindakan kebajikan bagi yang terbatas, mengunjungi yang sakit,dan di penjara serta berdoa bagi perdamaian dunia.
Semoga kita dirahmati menjadi saksi-saksi damai yang hidup yang siap sedia menjadi agen yang mempromosikan dan menghidupi spirit damai dengan kata-kata khas Yesus "Damai bagi kamu"; Pax Vobis"! (*)