Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Gunung Semeru, di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, erupsi disertai guguran awan panas sejauh 2,5 kilometer (km) ke arah tenggara, Sabtu malam.

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 20.47 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak atau 5.176 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 241 detik.

"Letusan disertai guguran awan panas dengan jarak luncur 2.500 meter mengarah ke tenggara atau ke Besuk Kobokan," katanya.

Jarak luncur tersebut masih aman dan jauh dari permukiman warga yang berada di lereng Gunung Semeru karena jarak tersebut merupakan zona merah, sehingga tidak boleh ada warga yang berada di kawasan zona tersebut.

Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru mengalami erupsi sebanyak 11 kali pada Sabtu dengan tinggi letusan 600 meter hingga 1.500 meter di atas puncak dengan erupsi pertama terjadi pukul 00.14 WIB dan erupsi ke-11 terjadi pada pukul 20.47 WIB yang disertai guguran awan panas.

Ia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.

Sigit mengimbau agar masyarakat juga tidak beraktivitas dalam radius lima km dari kawah/puncak Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

"Perlu juga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.