TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Suasana santai dan penuh keakraban mewarnai sosialisasi yang dibalut dalam acara edukasi dan talkshow interaktif yang digelar Tropicanaslim bersama Rumah Sakit (RS) Dian Harapan Jayapura, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan yang mengusung tema Beat Diabetes 2026: Pencegahan Diabetes Melitus di Tanah Papua ini menyedot perhatian ratusan warga di Bumi Cenderawasih.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Papua Besok, Minggu 12 April 2026: Biak Numfor Hujan Sedang di Siang dan Malam Hari
Mengingat, penyakit tidak menular ini, trend penderitanya terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Tak heran jika acara ini menjadi perhatian para warga untuk bersama-sama mencegah serangan penyakit diabetes tersebut.
Apalagi kegiatan ini memang ditujukan kepada masyarakat luas maupun pasien penderita diabetes, sebagai bentuk upaya pencegahan dini dan penanganan yang tepat.
Diabetes Melitus saat ini menjadi salah satu fokus utama dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Baca juga: Kematian Mendadak di Area MAF Sentani, Dugaan Awal Mengarah pada Gangguan Kesehatan
Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, RS Dian Harapan memiliki tanggung jawab besar memfasilitasi pencegahan agar penyakit ini tidak menjadi beban berat bagi penderita.
Selain itu juga tidak menjadi beban sistem kesehatan, serta mencegah risiko komplikasi berbahaya seperti penyakit jantung dan stroke.
Mengingat Diabetes Melitus merupakan penyakit yang masuk dalam program JKN. Walau demikian, sebaiknya bersama-sama melakukan pencegahan.
Baca juga: Musda IBI Biak Numfor, Jimmy Kapissa: Bidan Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
Direktur RS Dian Harapan Jayapura, dr Jon CF Paat, menegaskan, rumah sakit memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakatuntuk bersama-sama menjaga Kesehatan dan mencegah penyakit diabetes tersebut.
"Tugas kami memfasilitasi pencegahan penyakit ini agar tidak memberatkan penderita, serta mencegah timbulnya komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke,” katanya.
“Pencegahan adalah kunci agar masyarakat bisa hidup sehat tanpa terbebani penyakit kronis," imbuh dr Jon CF Paat dalam sambutannya.
Dalam sesi talkshow, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Slamet Wahyudi, memaparkan bahwa tren penyakit kencing manis kian meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang cenderung sedentari (kurang gerak).
Pola makan yang banyak mengonsumsi gula, ditambah aktivitas fisik yang minim, menjadi pemicu utama melonjaknya kasus ini.
Menurut dr Slamet Wahyudi, kunci utama mencegah diabetes ada di tangan masyarakat sendiri melalui tiga langkah sederhana namun efektif:
Baca juga: Dirut BPJS Kesehatan Kunjungi Mimika Papua Tengah untuk Optimalisasi JKN
1. Menjaga pola makan yang sehat dan seimbang.
2. Menjaga berat badan tetap ideal.
3. Rutin berolahraga, minimal bergerak aktif 30 menit setiap hari atau total 150 menit dalam seminggu.
"Bagi yang sudah menderita diabetes, pola hidup sehat ini tetap harus dijalani dan diimbangi dengan konsumsi obat dari dokter secara teratur. Jangan ragu berkonsultasi jika ada keluhan tambahan,” paparnya.
Baca juga: BPJS Kesehatan Komitmen Jaga Layanan JKN Tetap Lancar Saat Libur Lebaran
Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat lebih sadar (aware) dan paham cara menjaga kesehatan agar terhindar dari diabetes, serta membantu pasien menjaga gula darahnya tetap normal.
Sementara itu, perwakilan kolaborator, Area Marketing Nutrifood Papua, Vemi Purwadi Bahtiar menyampaikan rasa terima kasihnya atas antusiasme warga.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Kota Jayapura karena sudah mendukung kegiatan ini sehingga bisa berjalan dengan lancar.
Baca juga: Kesehatan Mental Orang Papua Menjadi Masalah Serius, Arianto Kogoya: Seribu Warga Berobat di RSJ
Selan itu, dia berharap event-event seperti ini akan terus memberikan dampak positif yang nyata bagi kesehatan masyarakat di Kota Jayapura, Provinsi Papua.
Di tempat yang sama, salah satu warga yang hadir dalam kegiatan tersebut, Nelly Regia Nababan (45 tahun), mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah Nelly berada di angka 300 mg/dL.
"Saya sangat berterima kasih sekali ada kegiatan seperti ini. Selain bisa mengetahui kondisi kesehatan saya, saya juga mendapatkan edukasi yang sangat baik dari dokter,” ujarnya.
Baca juga: Penganiayaan Dokter dan Perawat di Jayapura: Alarm Perlindungan Tenaga Kesehatan
Menurutnya, hal ini menjadi titik balik bagi saya untuk memperbaiki pola makan dan gaya hidup agar bisa hidup lebih sehat ke depannya.
Kolaborasi antara RS Dian Harapan dan Nutrifood dalam acara Beat Diabetes 2026 ini diharapkan menjadi momentum awal perubahan gaya hidup sehat bagi masyarakat Jayapura, menekan angka kasus diabetes, dan menciptakan lingkungan yang lebih sadar kesehatan. (**)