TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Truk skylift milik Dinas Perhubungan (Dishub) Gianyar mengalami kebakaran, hingga bagian depannya menyisakan kerangka di Jalan Raya Blusung, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali, Sabtu 11 April 2026.
Saat itu, truk tengah digunakan petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gianyar untuk melakukan pemangkasan pohon di sisi jalan, dengan tujuan memuluskan jalannya ogoh-ogoh yang akan menuju Alun-alun Gianyar untuk memeriahkan HUT Kota Gianyar.
Peristiwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 14.50 Wita, saat petugas melakukan pemangkasan, tiba-tiba bagian depan truk mengeluarkan asap pekat.
Dalam hitungan menit, api terlihat membesar dan menghanguskan sebagian badan kendaraan.
Baca juga: Sang Anak Teriak Histeris, Api Muncul dan Membesar Saat Memasak di Dapur, Rumah di Sesetan Terbakar
Saat itu, sejumlah warga sempat membantu memadamkan api, namun tak berhasil.
Kejadian ini lantas dilaporkan ke Damkar Gianyar, hingga tim pemadam kebakaran dari Pos Ubud bergerak cepat setelah menerima laporan.
Kurang dari 10 menit, petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pemadaman.
Api baru benar-benar padam setelah 30 menit penyemprotan.
Kepala Dinas Perhubungan Gianyar, I Wayan Arthawan saat dikonfirmasi, Minggu 12 April 2026 menjelaskan, bahwa kejadiannya terjadi sangat cepat.
Saat itu, pihaknya PUPR Gianyar tengah melakukan pemangkasan pohon beringin di kawasan Jalan Raya Blusung.
"Serangkaian ogoh-ogoh yang akan mengikuti lomba dan parade di Alun-alun Gianyar, maka kami berkolaborasi dengan Dinas PU melakukan pemangkasan pohon untuk memuluskan jalannya ogoh-ogoh. Saat itu pemangkasan dilakukan di wilayah Blusung, truknya dari kita, sementara petugasnya dari PU," ujarnya.
Diketahui bahwa wilayah pemangkasan Sabtu kemarin tersebut dikenal angker.
"Setelah dilakukan pemangkasan tiga atau empat dahan pada pohon beringin, tiba-tiba truk terbakar di bagian depan hingga menyisakan kerangka besinya. Penyebab pasti kebakaran belum diketahui, namun diduga karena konsleting kelistrikan. Tapi memang, areal pemangkasan itu dikenal angker," ujar Arthawan.
Adapun saat ini truk tersebut telah dibawa ke bengkel atau dilakukan pengamatan guna mengetahui apakah truk masih bisa diperbaiki.
"Kerugian belum bisa kami tafsirkan, tapi truk sudah ada dibengkel, mekanik masih melakukan pengamatan apakah masih bisa diperbaiki. Kami harap masih bisa diperbaiki, dan berharap hal serupa tak terjadi lagi," jelasnya. (*)