Refleksi Bencana Alam di Tanah Gayo
Mawaddatul Husna April 12, 2026 12:54 PM

Oleh: Iman Ahmadi SPd I *)

Bencana alam yang kerap melanda wilayah Gayo, khususnya banjir dan longsor, bukan sekadar peristiwa alam biasa.

Ia adalah pesan yang mengandung makna mendalam bagi kita semua bahwa hubungan antara manusia dan alam harus kembali dijaga dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Secara historis, wilayah Gayo memang memiliki karakter geografis yang unik.

Sebagian kawasan merupakan daerah rawa, daerah resapan air, serta dikelilingi perbukitan yang rawan longsor.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, intensitas bencana terasa semakin meningkat.

Hal ini tidak bisa dilepaskan dari perubahan iklim global, tetapi juga tidak terpisahkan dari aktivitas manusia yang kurang memperhatikan keseimbangan lingkungan.

Kita harus jujur mengakui bahwa masih banyak kebiasaan yang berkontribusi terhadap memperparah kondisi ini mulai membuang sampah sembarangan, penyumbatan drainase, hingga alih fungsi lahan yang tidak terkendali. 

Drainase yang seharusnya menjadi jalur air justru dipenuhi sedimen dan sampah, sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.

Refleksi dari semua ini adalah pentingnya membangun kesadaran kolektif.

Penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah.

Perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, aktif dalam gotong royong, hingga mendukung program pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan.

Di sisi lain, pemerintah juga diharapkan lebih serius dalam penataan tata ruang, pembangunan sistem drainase yang baik, serta memperkuat mitigasi bencana berbasis masyarakat.

Edukasi tentang Kesiapsiagaan Bencana

Edukasi tentang kesiapsiagaan bencana harus terus digalakkan agar masyarakat tidak hanya menjadi korban, tetapi juga menjadi bagian dari solusi.

Bencana adalah ujian, tetapi juga pengingat. Dari setiap musibah, kita diajarkan untuk lebih peduli, lebih bijak, dan lebih bersatu.

Semoga ke depan, Tanah Gayo dapat menjadi wilayah yang tidak hanya indah secara alam, tetapi juga tangguh dalam menghadapi setiap tantangan.

“Alam tidak pernah salah, manusialah yang harus belajar memahami dan menjaganya".

*) Penulis adalah Reje Keramat Mupakat Kabupaten Aceh Tengah.

Baca juga: Prediksi Cuaca Aceh Tengah Besok 12 April 2026, Mayoritas Berawan

Baca juga: Bener Meriah Siaga Bencana Hidrometeorologi, Warga Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Baca juga: Bencana, Tata Kelola dan Ujian Kepercayaan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.