TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sejumlah ogoh-ogoh terbaik di Kabupaten Gianyar, Bali telah tiba di Alun-alun Gianyar, Bali, Minggu 12 April 2026.
Masyarakat pun telah mulai berdatangan untuk melihat ogoh-ogoh yang akan diarak pada HUT Gianyar, Jumat 17 April 2026 mendatang.
Informasi dihimpun Tribun Bali, perjalanan ogoh-ogoh ini dari Banjar mereka harus melewati berbagai rintangan.
Karena itu, meskipun perjalanan telah dimulai sejak Sabtu 11 April 2026 kemarin, tapi masih terdapat ogoh-ogoh yang belum sampai hingga Minggu sore.
Baca juga: Banyak Pembuang Sampah Ke Sungai, Puskesmas II Blahbatuh Gianyar Bali Kebanjiran
Salah satunya ialah ogoh-ogoh pemuda dari Banjar Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan.
Kelian Banjar Susut, I Wayan Sudiantara saat dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut.
Kata dia, pihaknya telah memberangkatkan Ogoh-ogoh yang menjadi juara 1 se-Kecamatan Payangan tersebut sejak Sabtu.
Baca juga: Banyak Pembuang Sampah Ke Sungai, Puskesmas II Blahbatuh Gianyar Bali Kebanjiran
Namun dalam perjalanan penuh kendala, seperti kabel listrik, kabel provider dan pohon perindang yang menghalangi perjalanan ogoh-ogoh.
Bahkan karena sulitnya perjalanan, di hari pertamanya ogoh-ogoh tersebut sampai diinapkan di RSUD Payangan.
"Pengiriman ogoh-ogoh ke Alun-alun penuh rintangan. Karena kabel PLN dan provinsi, serta pohon perindang terlalu rendah, setiap beberapa meter kami harus berhenti membersihkan jalur," ujarnya.
Bahkan saat ini, ogoh-ogoh tersebut belum sampai 30 persen perjalanan.
Baca juga: SURVEI Mahayastra: Meski Sering Dikritik, 80,8 Persen Warga Gianyar Puas Hasil Kerja Bupati Gianyar
Yakni 'terjebak' di perbatasan Payangan dengan Ubud.
Sebab, akibat jalan rusak, roda ogoh-ogoh mengalami kerusakan, sehingga saat ini pihaknya masih melakukan perbaikan roda. Belum lagi kabel yang rendah, membuat leher ogoh-ogoh hampir tersayat.
"Dari pemerintah memang memberikan pengawalan, dengan menurunkan Satpol PP. Tapi karena medan yang sulit akibat kabel dan pepohonan, sehingga tetap membutuhkan proses yang panjang," ujarnya.
Ia berharap dalam lomba tahun depan, panitia melakukan revisi terhadap ketinggian ogoh-ogoh.
Sebab dengan ketentuan 6 meter, hal tersebut menyebabkan proses pengiriman sangat sulit.
Pihaknya juga meminta agar pihak kecamatan ikut membantu dalam proses pengiriman.
Sebab sejauh ini, belum ada petugas dari kecamatan yang membantu proses pengiriman.
"Harapan ke depan agar ketinggian ogoh-ogoh tidak masuk kriteria. Dalam ketentuan saat ini tingginya 6 meter. Kami juga harap pemerintah lebih sigap dalam proses pengiriman, baik dari pihak kecamatan maupun instansi terkait agar terlebih dahulu melakukan pemangkasan pohon, supaya ogoh-ogoh bisa lebih leluasa saat melintas," tegasnya.
Sudia meminta maaf pada pengguna jalan. Sebab selama proses pengiriman ogoh-ogoh ke Alun-alun Gianyar, telah menyebabkan kemacetan panjang.
"Karena terdapat berbagai kendala, proses pengiriman kami tersendat-sendat, sehingga menyebabkan kemacetan. Kami melihat banyak pengendara yang emosi karena terjebak macet panjang. Kami meminta maaf atas hal ini," ujarnya. (*)