Debit Air Bersih di Mamuju Tengah Menurun UPTD Minta Warga Hemat Pakai Air
Ilham Mulyawan April 12, 2026 04:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – UPTD Air Bersih Mamuju Tengah mulai dihadapkan permasalahan kekeringan, akibat musim kemarau yang mulai muncul.

Intensitas hujan berkurang, menyebabkan debit air di bendungan dan sungai menurun.

Proses produksi air bersih terganggu, tekanan air melemah, dan distribusi ke pelanggan pun ikut tersendat.

Baca juga: Membanggakan! Kabupaten Mamuju Tengah Raih Indeks Inovasi Tertinggi se-Sulbar

Baca juga: Mahasiswa Mateng Soroti Pengadaan Motor MBG Rp1,2 Triliun Hanya Buang-buang Anggaran

Diantara yang paling parah terdampak adalah layanan Topoyo. 

Wilayah ini mengandalkan air dari Bendungan Pedada. 

Namun sejak kemarau panjang, debit air sangat kurang.

"Tekanan air sangat lemah di proses produksi. Ini otomatis pengaruh ke pelanggan," ungkap Amiruddin, Kepala UPTD Air Bersih Mamuju Tengah dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Minggu (12/4/2026).

Bahkan pekan lalu, usai hujan beberapa hari, tim UPTD turun ke lapangan. 

Hasilnya mengecewakan, debit air tidak meningkat secara signifikan.

Olehnya itu, UPTD menekankan perlunya kesadaran masyarakat. 

"Harus jaga pohon dan hutan produksi di sekitar bendungan. Konservasi air itu penting," tegasnya.

Sungai Surut

Di layanan KTM - Benteng, sumber air berasal dari air permukaan sungai. 

Tapi beberapa pekan lalu, sungai surut hingga membuat ponton kandas. 

Dampaknya, produksi air ikut terganggu.

Namun untuk layanan KTM Benteng Tallungallo, UPTD menjamin akan terus berupaya agar tekanan dan distribusi air tetap stabil.

Kemarau juga menerjang layanan Tobadak. 

Air sungai surut, alhasil air yang masuk ke sumur intake sangat lemah.

Antisipasi sementara, pengerukan sedimen.

Antisipasi jangka panjang, Revitalisasi intake.

UPTD mengakui pelayanan tidak bisa maksimal 100 persen dalam kondisi begini. 

Tapi mereka berjanji tetap memberikan yang terbaik, termasuk dengan layanan pengantaran air.

"Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga sumber air bersih, baik dari bendungan maupun sungai. Dan yang paling penting, bijak dalam menggunakan air," tutupnya. (*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.