Sidak SPPG Kalikotes, Bupati Hamenang Temukan Bau hingga Ayam Berbulu, Akui Ada Kelalaian
Delta Lidina April 12, 2026 06:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menemukan sejumlah persoalan serius saat inspeksi mendadak (sidak) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Satya Haprabu Kalikotes, Sabtu (11/4/2026), menyusul dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Kalikotes.

Saat tiba di lokasi, Bupati Hamenang langsung meninjau area dapur hingga tempat pencucian bahan baku. Ia terlihat berdiskusi dengan pengelola SPPG dan sejumlah pejabat OPD yang mendampingi.

Dalam pengecekan itu, Hamenang menyoroti kondisi kebersihan dan kualitas bahan makanan.

"Hari ini saya sidak di SPPG yang informasinya dari SMPN 1 Kalikotes ada beberapa siswa yang mengalami gejala keracunan," ujarnya.

Ia mengungkapkan, temuan di lapangan selaras dengan keluhan siswa. Salah satunya adalah bau tidak sedap di area pengolahan.

"Di SPPG memang ternyata yang dikeluhkan siswa-siswi sama yang kita lihat di sana sama, yakni bau," katanya.

Tak hanya itu, ditemukan pula bahan makanan yang tidak layak konsumsi.

"Temuannya ada ayam yang bulunya masih ada, baunya amis, sayurnya ada siputnya itu dari SPPG ternyata juga mengakui. Artinya berarti ada kelalaian di situ," tegasnya.

Dalam foto yang dihimpun, Bupati tampak berdiri di area dalam gedung SPPG, menunjuk langsung ke arah ruang produksi sambil memberikan arahan kepada petugas. 

SPPG DI KLATEN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo memberikan arahan kepada pengelola SPPG Satya Haprabu Kalikotes saat sidak di Desa Kalikotes, Kecamatan Kalikotes, Klaten, Sabtu (11/4/2026), terkait dugaan keracunan MBG.
SPPG DI KLATEN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo memberikan arahan kepada pengelola SPPG Satya Haprabu Kalikotes saat sidak di Desa Kalikotes, Kecamatan Kalikotes, Klaten, Sabtu (11/4/2026), terkait dugaan keracunan MBG. (Istimewa/Prokopim Setda Klaten)

Sejumlah staf berdiri di sekelilingnya, menyimak instruksi dengan serius.

Menurut Hamenang, pihaknya telah memberikan teguran langsung kepada pengelola dapur, termasuk ahli gizi yang bertugas.

"Tadi juga kami tegur, kebetulan kepala dapurnya ada, ahli gizinya juga ada," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya perbaikan menyeluruh agar program MBG tetap berjalan sesuai tujuan.

"Program pemerintah pusat ini sangat bagus untuk anak... tapi jangan sampai terjadi hal-hal semacam ini di lapangan," katanya. 

Kasus ini mencuat setelah puluhan siswa dan guru SMPN 1 Kalikotes mengalami gejala seperti mual, muntah, dan diare usai mengonsumsi MBG pada awal April 2026. 

Sementara itu, Kepala SPPG Satya Haprabu Kalikotes Alwan Fauzan menjelaskan, makanan yang bermasalah meliputi satu jenis sayur serta ayam yang bukan basi, namun berbau amis dan ditemukan masih terdapat bulu pada beberapa olahan ayam. 

Kondisi tersebut diduga memicu sejumlah siswa mengalami pusing hingga muntah setelah mengonsumsi.

Menurutnya, SPPG sebenarnya telah memiliki standar mutu, mulai dari penerimaan bahan baku dari pemasok hingga proses pengolahan. Namun, pihaknya mengakui masih ada kekurangan, terutama pada aspek kebersihan, khususnya di area pencucian bahan mentah, yang akan segera diperbaiki. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.