BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sunyi menjelang subuh di ruas jalan raya Pelaihari-Kintap di wilayah Desa Asamasam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (12/4/2026), mendadak pecah.
Dua unit ambulans desa berpacu menembus gelap, membawa korban kecelakaan lalu lintas menuju rumah sakit. Korban dikabarkan terluka berat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dua ambulans yang melintas yakni unit amdes Karangrejo, Kecamatan Jorong, dan amdes Asamasam.
Keduanya mengangkut korban kecelakaan dari lokasi kejadian ke RSUD Hadji Boejasin (RSHB) Pelaihari untuk mendapatkan penanganan medis.
Kecelakaan diduga melibatkan sepeda motor dan sebuah mobil dari arah berlawanan. Benturan keras tak terhindarkan, membuat pengendara roda dua mengalami luka serius.
Dari informasi awal yang beredar, dua korban (berboncengan) dilaporkan dalam kondisi parah. Bahkan disebut-sebut meninggal di lokasi kejadian.
Baca juga: 100 Gen Z dan Alpha Ikuti Kelas Public Speaking di Banjarmasin, Dimotivasi untuk Lebih Percaya Diri
Korban diketahui berasal dari dua daerah berbeda, yakni seorang warga Saranghalang, Pelaihari, dan satu lainnya warga Angsana, Kabupaten Tanahbumbu (Tanbu).
Sarnadi, warga Pelaihari yang melintas di lokasi kejadian, mengaku sempat berhenti sesaat. Ia melihat kondisi korban yang tergeletak di badan jalan.
“Tergeletak di aspal dua korban. Sepertinya parah banget lukanya,” ujarnya.
Menurutnya, saat itu sejumlah relawan telah berada di lokasi bersama petugas kepolisian untuk melakukan penanganan awal serta pengamanan arus lalu lintas.
Terpisah, Kepala Desa Karangrejo Pendi Pradana ketika dihubungi mengatakan memang ada kecelakaan di jalur Pelaihari-Kintap.
"Saya dihubungi Kapolsek Jorong, meminjam ambulans desa kami untuk mengevakuasi korban laka. Cuma kalau kronologi laka itu saya tidak tahu," ucapnya.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)