Awal Mula Seorang Wiraswasta Tewas di Tangan Petani, 'Kenapa Sering Ganggu Istri Saya'
Robertus Didik Budiawan Cahyono April 12, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Sulawesi Selatan - Terungkap awal mula seorang wiraswasta tewas di tangan petani di daerah Wajo, Sulawesi Selatan.

Peristiwa tragis itu terjadi di Kampung Sappa, Desa Sappa, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/4/2026) pukul 19.00 Wita.

Korban bernama Irwansayah (33) tewas setelah ditikam pelaku Rahmat (32).

Aksi nekat Rahmat yang seorang petani itu diduga dipicu rasa cemburu terhadap korban merupakan wiraswasta.

Korban merupakan warga Kelurahan Malakke, Kecamatan Belawa, sedangkan pelaku tinggal di Tancung Purai, Desa Limpurilau.

Kejadian bermula di jalan Desa Sappa. Saat itu, pelaku mengendarai sepeda motor Honda Scoopy putih.

Di waktu bersamaan, korban melintas menggunakan Honda Beat putih. Keduanya berpapasan di jalan.

Momen itu menjadi titik awal peristiwa tragis. Pelaku diduga sudah menyimpan kecurigaan sebelumnya.

Setelah berpapasan, pelaku langsung berbalik arah. Ia kemudian menghadang korban di tengah jalan.

Pelaku langsung menegur korban. Ia mempertanyakan hubungan korban dengan istrinya. “Kenapa sering kau ganggu istri saya,” ucap pelaku dikutip Tribun-Timur.com.

Korban mencoba mengelak. Ia membantah tuduhan tersebut. Namun penjelasan itu tidak meredakan situasi.

Cekcok Berujung Emosi

Perdebatan terjadi di lokasi. Nada bicara keduanya meninggi, pelaku semakin tersulut emosi sehingga situasi berubah menjadi tidak terkendali.

Pelaku diduga sudah membawa badik. Dalam kondisi marah, ia mencabut senjata tersebut.

Tanpa banyak kata, pelaku langsung menyerang. Badik diarahkan ke tubuh korban.

Pelaku menikam korban berulang kali. Total lima tikaman dilepaskan. Serangan terjadi dalam waktu singkat. Korban tidak sempat menyelamatkan diri.

Korban Tumbang di Lokasi

Akibat serangan itu, korban mengalami luka parah. Antara lain luka terbuka terdapat di dada kiri dan kanan. Kemudian di bagian perut kiri.

Serta luka di paha kanan. Korban akhirnya roboh di lokasi. Ia dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu sempat panik.

Polisi Turun Tangan

Petugas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan kejadian. Olah tempat kejadian perkara dilakukan.

Polisi juga mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa badik turut disita. Sejumlah saksi di lokasi langsung dimintai keterangan.

Kasi Humas Polres Wajo, Iptu Kaomi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut motif sementara adalah cemburu.Pelaku mencurigai adanya hubungan antara korban dan istrinya.

“Korban sempat membantah, namun pelaku sudah emosi,” jelasnya.

Pelaku Diamankan

Saat ini pelaku telah ditahan di Polres Wajo. Ia menjalani proses hukum lebih lanjut.

Pelaku dijerat pasal penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kasus ini masih terus didalami. Polisi juga mengimbau masyarakat tetap menahan diri.

Setiap persoalan diminta diselesaikan secara baik bukan dengan kekerasan.

Peristiwa ini menjadi pengingat. Emosi sesaat bisa berujung fatal. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.