- Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperlihatkan sikap tegas terkait penjagaan di wilayah strategis Selat Hormuz.
IRGC memperingatkan bahwa setiap kapal militer yang melintasi Selat Hormuz akan mendapatkan respons keras. Namun, ancaman tersebut dipastikan tidak berlaku bagi kapal sipil atau non-militer yang diizinkan melintas.
Dilansir dari media A News melalui siaran televisi pemerintah Iran pada Minggu (12/4/2026), IRGC menyatakan telah memberlakukan aturan khusus untuk mengatur lalu lintas kapal di kawasan tersebut.
Peringatan ini muncul setelah adanya laporan bahwa kapal perang Amerika Serikat (AS) melintasi wilayah tersebut untuk melakukan operasi pembersihan ranjau.
Komando Angkatan Laut IRGC mengonfirmasi bahwa mereka memiliki wewenang penuh dalam mengelola keamanan serta pengawasan di Selat Hormuz secara cerdas. Setiap pelanggaran oleh kapal militer akan ditindak tegas tanpa pengecualian.
"Segala upaya kapal militer untuk melewati Selat Hormuz akan ditindak tegas," tegas pihak Komando Angkatan Laut Garda Revolusi.
Televisi pemerintah Iran mengabarkan bahwa izin melewati selat hanya akan diberikan kepada kapal sipil dengan syarat-syarat tertentu di tengah meningkatnya aktivitas militer di jalur pelayaran strategis tersebut.