BANJARMASINPOST.CO.ID - Youtuber Atta Halilintar sempat menjadi sorotan imbas larangan yang diberikan pada Ameena Hanna Nur Atta anaknya.
Suami Aurel Hermansyah itu melarang putri pertamanya itu untuk mengenakan pakaian seksi ketika akan pergi berlibur ke Bali.
Terkait ini, Atta Halilintar pun memberikan klarifikasi.
Sulung Gen Halilintar itu menjelaskan bahwa keinginan Ameena muncul setelah sering melihat penampilan artis Korea di layar.
"Mungkin dia pernah sering nonton artis Korea gitu nyanyi. Terus dia bilang, 'Pengen dong Pa kayak gitu' (sambil menunjuk celana pendek)," cerita Atta di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2026).
Atta menegaskan bahwa dirinya bukan melarang secara keras. Sebagai ayah, ia memilih memberikan pemahaman dengan cara yang lebih lembut.
Baca juga: Upaya Terakhir Nikita Mirzani Bebas dari Kasus Pemerasan pada Reza Gladys, Sentil Satu Kejanggalan
Baca juga: Sifat Asli Arya Saloka Terkuak di Lokasi Syuting Terikat Janji, Asha Assuncao: Aku Lebih Sadar Diri
"Ya bukan ngelarang gimana sih, cuman ngasih tahu kan dia masih kecil. Aku bilang, 'Kan masih kecil', gitu aja sih. Sebagai ayah aja lah," jelas Atta.
Pria 31 tahun ini juga menambahkan bahwa dirinya tidak ingin memaksakan aturan, termasuk soal cara berpakaian atau berhijab di usia Ameena yang masih sangat muda.
"Nggak harus yang kayak, 'Kamu harus pakai hijab ya, kamu begini', nggak juga. Yang penting ngasih tahu maknanya dan ngasih tahu rambu-rambunya aja," tambahnya.
Meski begitu, sebagai seorang ayah, Atta merasa wajib memberi tahu putrinya soal batasan dalam berpakaian, termasuk dalam menjaga bagian tubuh mana yang harus ditutup.
"Agar bisa apa ya... bisa memberikan at least dia di hidup ini tahu mana yang baik, mana yang... mana yang harus dijaga gitu," tandasnya.
Mendidik anak laki-laki dan perempuan ternyata memiliki seni dan penekanan yang berbeda meski keduanya harus sama-sama berlandaskan kasih sayang.
Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, memberikan catatan penting bagi para orang tua dalam mendidik anak dan membentuk karakter buah hati sejak dini.
Menurut Buya Yahya, ada satu sifat mendasar yang harus ditanamkan kepada anak laki-laki agar mereka tumbuh menjadi sosok yang bertanggung jawab di masa depan.
Sebelum masuk pada perbedaan perlakuan, Buya Yahya menekankan bahwa kasih sayang adalah kunci utama dalam pendidikan anak.
"Mendidik anak laki-laki dan perempuan pada dasarnya sama, kita mendahulukan kasih sayang. Artinya semua yang kita lakukan atas dasar kasih dan sayang kita kepada mereka," ujar Buya Yahya dikutip dari YouTube Al Bahjah, Senin (6/4/2026).
Bagi anak laki-laki, Buya Yahya memberikan penekanan khusus agar mereka mengerti peran sebagai pelindung. Sifat ini harus dipupuk bahkan sejak mereka masih berusia kanak-kanak.
Anak laki-laki perlu diajari cara menghargai dan menjaga kehormatan saudara perempuannya, baik kakak maupun adik.
"Laki-laki itu, biarpun masih anak-anak, dia harus mengerti bahwa kakaknya atau adiknya adalah tanggung jawabnya. Artinya dia harus bisa melindungi dan menjaga kehormatan saudari perempuannya," tegas Buya.
Dengan menanamkan pemahaman ini, anak laki-laki akan tumbuh dengan rasa tanggung jawab yang besar, karena ia merasa memiliki peran sebagai pengayom bagi wanita di sekitarnya.
Sementara itu, untuk anak perempuan, Buya Yahya menitikberatkan pada pendidikan menjaga kehormatan diri dan rasa malu.
Hal ini bukan berarti membatasi, melainkan memberikan pemahaman bahwa diri mereka sangat berharga.
Anak perempuan harus menyadari bahwa saat saudara laki-lakinya mencoba melindungi, itu adalah bentuk penghormatan atas kemuliaan mereka.
"Anak perempuan kita ajari bagaimana dia menjaga kehormatan dirinya. Lebih kita tanamkan rasa malu. Dia harus merasa bahwasanya saat saudara laki-lakinya ingin menjaganya, itu karena dia memang mulia," jelasnya lagi.
Di akhir penjelasannya, Buya Yahya berharap orang tua dapat konsisten dalam memberikan catatan-catatan kebaikan ini kepada anak-anak.
Sinergi antara anak laki-laki yang mengayomi dan anak perempuan yang menjaga kehormatan akan menciptakan hubungan persaudaraan yang kuat dan bermartabat.
"Jadilah anak laki-laki yang punya tanggung jawab mengayomi melindungi saudara perempuan. Dan anak perempuan, jagalah kehormatan dan pahami bahwa perlindungan saudara laki-lakimu adalah demi kemuliaanmu," tutup Buya Yahya dengan pesan penuh doa.
(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)