Muannas Alaidi Apresiasi Kapolri, Penindakan Narkoba Selamatkan Jutaan Jiwa Generasi Muda
Dwi Rizki April 12, 2026 08:17 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Umum Patriot Anti Narkoba, Muannas Alaidid, menegaskan keberhasilan pemberantasan narkoba oleh kepolisian tidak bisa diukur hanya dari angka kasus atau nilai ekonomi barang bukti.

Menurut Muannas, di balik ribuan tersangka dan tonase narkotika yang disita, terdapat jutaan nyawa yang berhasil diselamatkan dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Ia menyebut, di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, setiap pengungkapan kasus menjadi bukti nyata perlindungan terhadap generasi muda, keutuhan keluarga, serta ketahanan sosial bangsa.

“Pemberantasan narkoba pada dasarnya adalah upaya melindungi masa depan bangsa. Ketika negara mampu menggagalkan peredaran sebelum menyentuh masyarakat, itu bukan hanya soal hukum, tapi memastikan generasi terbaik kita tidak hilang,” ujar Muannas dalam keterangannya pada Minggu (12/4/2026).

Muannas menilai, meningkatnya angka pengungkapan kasus justru menunjukkan sistem deteksi dan penindakan negara berjalan semakin efektif di tengah ancaman narkoba yang kian kompleks, mulai dari jaringan lintas negara hingga transaksi digital.

Baca juga: Penumpang PSO KAI Naik 13,9 Persen pada Triwulan I 2026, Tembus 4,6 Juta Orang

Sejak 2021, Polri mencatat peningkatan signifikan dalam pengungkapan kasus narkoba. Pada 2021, terdapat 19.229 kasus dengan 24.878 tersangka. 

Angka tersebut terus meningkat hingga mencapai 48.592 kasus pada 2025 dengan lebih dari 64 ribu orang diamankan.

Barang bukti yang disita juga mengalami lonjakan, bahkan mencapai ratusan ton dengan nilai ekonomi hingga puluhan triliun rupiah.

“Kalau angka pengungkapan terus meningkat, itu berarti negara tidak tinggal diam. Sistem penindakan bekerja semakin optimal,” jelasnya.

Secara akumulatif, Muannas menyebut estimasi penyelamatan jiwa dari 2021 hingga 2024 mencapai 219,74 juta orang. Angka tersebut hampir setara dengan jumlah penduduk Indonesia.

Namun, ia mengingatkan bahwa dampak narkoba tidak hanya soal nilai ekonomi barang bukti. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional, kerugian sosial akibat narkoba bisa mencapai tiga hingga lima kali lipat dari nilai peredarannya.

Dengan penggagalan ratusan ton narkoba, potensi kerugian negara yang berhasil ditekan diperkirakan mencapai lebih dari Rp200 triliun.

“Keberhasilan ini tidak bisa dihitung hanya dengan rupiah. Yang diselamatkan adalah kualitas manusia. Masa depan generasi tidak bisa ditakar dengan angka,” tegas Muannas.

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada Polri atas komitmen dalam pemberantasan narkoba. Salah satunya ditunjukkan dalam pemusnahan barang bukti narkotika bersama Presiden Prabowo Subianto di Mabes Polri pada Oktober 2025.

Muannas menilai, kehadiran Presiden dalam kegiatan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa perang melawan narkoba merupakan agenda strategis nasional.

Ia menambahkan, pendekatan yang dilakukan Polri saat ini dinilai semakin komprehensif, mulai dari penindakan terhadap jaringan besar hingga pemberdayaan masyarakat melalui program desa anti-narkoba.

“Apresiasi setinggi-tingginya kami berikan kepada Kapolri dan seluruh jajaran. Ini bukan sekadar capaian institusi, tetapi bukti nyata negara hadir menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.