Ditegur Ustaz Soal Jargon 'Semua Milik Allah', Aldi Taher: Daripada Saya Takabur!
Ulfa Lutfia Hidayati April 12, 2026 08:34 PM

Grid.ID – Jargon "Semua Milik Allah" yang belakangan viral usai digaungkan Aldi Taher di berbagai kesempatan ternyata sempat mendapat sorotan dan teguran dari salah satu ustaz. Menanggapi hal tersebut, Aldi Taher justru memberikan jawaban yang sangat rendah hati dan mengaku telah melakukan tabayun (klarifikasi) dengan pemuka agama tersebut.

Ditemui di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026), Aldi menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat buruk dengan jargon tersebut. Baginya, kalimat itu adalah pengingat diri agar tidak terjerumus dalam sifat sombong.

Aldi Taher menegaskan bahwa komunikasinya dengan sang ustaz berjalan dengan sangat baik. Ia bahkan menyebutkan bahwa sang ustaz telah mengklarifikasi masalah tersebut di media sosial setelah mereka berbincang lewat pesan singkat.

"Oh iya, alhamdulillah sudah tabayun juga. Pak Ustaz juga sudah mengklarifikasi, sudah screenshot chat saya sama beliau," terang Aldi Taher saat ditemui di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu malam (11/4/2026).

"Beliau bilang masya Allah kalau orang dikasih tahu adem begini, insya Allah adem Indonesia," lanjut Aldi Taher.

Mantan suami Dewi Perssik itu menyadari bahwa mungkin penyampaiannya sebelumnya dianggap kurang lengkap sehingga menimbulkan salah paham. Ia kemudian menjelaskan makna mendalam di balik kalimat yang selalu ia ucapkan itu.

"Waktu itu mungkin belum lengkap, saya lengkapi di sini ya. Saya bilang waktu itu, stres milik Allah, bingung milik Allah. Kita diuji, siapa yang menguji? Allah," ucapnya.

"Saya pun suka overthinking, pas lagi kerja suka stres, nah saya kembalikan ke Allah, minta perlindungan. Gitu poinnya," jelas pria yang kini aktif berbisnis burger itu.

Bagi Aldi, mengakui bahwa stres dan kebingungan adalah "milik Allah" artinya mengakui bahwa segala ujian datang dari Sang Pencipta, sehingga satu-satunya jalan keluar adalah kembali berlindung kepada-Nya.

Meski sempat menuai pro dan kontra, Aldi mengaku akan terus menggunakan jargon tersebut. Ia merasa jauh lebih aman mengakui segala hal sebagai milik Tuhan daripada merasa memiliki sesuatu karena kekuatan diri sendiri.

"Insya Allah tetap digunakan. Kalau saya nggak gunakan kata-kata 'Semua Milik Allah', takabur saya, Mbak. Semua cuma titipan Tuhan," tuturnya.

Di akhir penjelasannya, Aldi Taher kembali menunjukkan sisi rendah hatinya. Ia enggan disebut sebagai ahli agama atau orang pintar, melainkan hanya orang biasa yang sedang berjuang mencari nafkah.

"Saya mah orang biasa, Aldi Taher tukang obat. Tapi saya nggak ada niat jelek. Saya cuma mau bilang kalau kita lagi capek atau stres nyari pekerjaan, berlindunglah kepada Allah, karena yang menguji Allah," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.