Jazuli Juwaini Pimpin PB Mathla'ul Anwar 2026-2031, Gantikan KH Embay Mulya Syarief
Ahmad Tajudin April 13, 2026 11:01 AM

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Jazuli Juwaini, terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) periode 2026–2031.

Ia menggantikan KH Embay Mulya Syarief yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum PBMA periode 2021–2026.

Politikus dari Fraksi PKS tersebut terpilih dalam Muktamar ke-XXI Mathla’ul Anwar yang digelar di Hotel Le Dian, Kota Serang, Banten, Minggu (12/4/2026).

Dalam pemilihan tersebut, Jazuli memperoleh 77 suara, unggul atas Andi Yudi Hendriawan yang meraih 71 suara, sementara Humaidi Hasan tidak memperoleh suara.

Sebagai ketua umum terpilih, Jazuli menegaskan komitmennya untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Mathla’ul Anwar. 

Ia menilai peningkatan kualitas SDM menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan zaman.

“Yang pertama, kita akan membenahi sumber daya manusia. Yang kedua, Mathla’ul Anwar ini bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Risalah tiga ini akan kita kokohkan ke depan,” ujarnya, dikutip Senin (13/4/2026).

Baca juga: Agenda Senin, 13 April: Wali Kota Serang Pimpin Apel, Serahkan Bantuan RTLH, hingga Terima Audiensi

Jazuli menyoroti pentingnya pembenahan lembaga pendidikan yang menjadi salah satu kekuatan utama organisasi tersebut. 

Menurutnya, pengelolaan dan penataan lembaga pendidikan harus terus ditingkatkan agar mampu melahirkan generasi unggul.

“Mathla’ul Anwar punya sekolah-sekolah, perguruan-perguruan, lembaga pendidikan. Ke depan kita benahi pengelolaannya, penataannya, sehingga mampu melahirkan generasi Indonesia yang lebih berkualitas. Bukan hanya mampu bersaing di dalam negeri, tetapi juga di tingkat global,” kata Jazuli.

Selain fokus pada penguatan internal, Jazuli juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam lainnya. 

Ia menilai sinergi antarormas menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan umat dan bangsa.

“Kita akan membangun kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai lembaga dan kelompok masyarakat, termasuk ormas-ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan lainnya. Kita harus bersama-sama menyelesaikan persoalan umat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Di tengah pesatnya perkembangan era digital, ia juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi secara positif. 

Jazuli menyampaikan bahwa teknologi harus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas generasi, bukan sebaliknya.

“Teknologi digital dan informasi saat ini harus kita arahkan menjadi sarana untuk mempercepat pembentukan kecerdasan, keterampilan, dan kualitas generasi bangsa, bukan justru merusaknya,” ungkap Jazuli.

Menanggapi tantangan global, ia menegaskan bahwa Mathla’ul Anwar akan berperan aktif bersama pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

“Ketidakpastian global ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Mathla’ul Anwar akan bersama pemerintah dan berbagai elemen lainnya untuk menghadapi persoalan, baik di dalam negeri maupun secara global. Sinergi adalah kunci,” pungkasnya.
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.