DPRD Parigi Moutong Soroti Dugaan Kelalaian Pemda dalam Perawatan Pohon, Desak Evaluasi Total
Fadhila Amalia April 13, 2026 11:07 AM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto, menyoroti dugaan kelalaian pemerintah daerah dalam pengawasan dan perawatan pohon pelindung di wilayah perkotaan.

Hal itu disampaikan menyusul insiden pohon tumbang di Jl Cinta, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menewaskan seorang anak dan melukai dua warga lainnya.

Menurut Sayutin, kejadian tersebut bukan pertama kali terjadi di Parigi Moutong.

Baca juga: Pemuda Sigi Berusia 25 Tahun Dibekuk Miliki 36 Paket Sabu, Ancaman Hukuman 20 Tahun

Ia menilai peristiwa serupa sudah berulang dan kerap memicu korban jiwa maupun luka-luka.

“Sudah berulang kali memicu korban jiwa dan luka-luka. Jangan tunggu jatuh korban berikutnya,” tegasnya, Minggu (12/4/2026).

Ia menyebut kondisi tersebut mengindikasikan adanya kelalaian dalam pengawasan serta perawatan pohon pelindung di ruang publik.

Selain membahayakan keselamatan masyarakat, Sayutin juga menyoroti dampak lain dari pohon yang tidak terawat.

Menurutnya, akar pohon yang tidak tertangani dengan baik dapat merusak drainase, trotoar hingga badan jalan.

Baca juga: Kelompok Masyarakat Beri Santunan ke Keluarga Korban Pohon Tumbang di Parigi Moutong

Menindaklanjuti hal itu, DPRD Parigi Moutong mendesak pemerintah daerah segera melakukan evaluasi total terhadap kondisi pohon-pohon pelindung di wilayah perkotaan.

Ia meminta dinas terkait segera melakukan pendataan dan penyisiran terhadap pohon yang berpotensi tumbang, terutama yang berada di jalur padat aktivitas masyarakat.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari.

Peristiwa nahas itu terjadi saat pohon trembesi diduga sudah rapuh dan kering tiba-tiba tumbang dan menimpa pengguna jalan.

Akibatnya, seorang bocah bernama Ehzan (4) meninggal dunia setelah mengalami luka di bagian kepala.

Sementara dua korban lainnya, yakni Julita (41) mengalami luka dalam pada bagian perut serta retak tulang kaki dan harus dirujuk ke RSUD Undata Palu.

Baca juga: Kehadiran ASN Palu Mulai Tercatat di Aplikasi Hadirku Saat Naik Bus Trans Palu

Kemudian Safa (16), warga Desa Boyantongo Pantai, mengalami luka berat pada kepala dan harus menjalani operasi di RSUD Anuntaloko Parigi.

Selain menimpa pengguna jalan, pohon tumbang juga menghantam rumah warga di sekitar lokasi kejadian.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.