SURYA.CO.ID, SURABAYA – Proses seleksi yang ketat dalam rekrutmen calon kepala SMA Unggul Garuda Baru tingkat nasional berhasil ditembus satu-satunya perwakilan dari Jawa Timur.
Ia adalah Marta Mila Sugesti, Kepala SMAN 1 Tanggul Jember, yang lolos dan ditetapkan untuk penempatan di SMA Unggul Garuda Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program SMA Unggul Garuda Baru merupakan salah satu program prestisius pemerintah yang berkonsep boarding school negeri di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Sekolah ini difokuskan pada penguatan bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM), dengan target mencetak generasi unggul berstandar internasional serta membuka akses ke perguruan tinggi top dunia melalui dukungan beasiswa pemerintah.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengapresiasi capaian tersebut.
Menurutnya, keberhasilan Marta menjadi bukti kualitas kepala sekolah di Jawa Timur mampu bersaing di tingkat nasional.
Baca juga: Dinas Pendidikan Jatim Manfaatkan PSBM XXVI untuk Perluas Jejaring dan Promosikan Vokasi
“Dari proses yang panjang, satu perwakilan Jatim dinyatakan lolos. Ini menunjukkan kualitas kepala sekolah kita tidak perlu diragukan,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Ia menjelaskan, pada tahap awal terdapat tujuh pendaftar dari Jawa Timur yang berasal dari berbagai sekolah.
Menurut Aries, proses seleksi tergolong sangat ketat.
Salah satu syarat utama adalah kemampuan bahasa Inggris dengan standar internasional seperti IELTS, TOEFL iBT, PTE, maupun TOEFL ITP.
“Ini tidak lepas dari pembinaan yang selama ini dilakukan Dindik Jatim, mulai dari penguatan kompetensi manajerial, kepemimpinan hingga inovasi kepala sekolah,” tambahnya.
Sementara itu, Marta mengaku proses seleksi yang dijalaninya menjadi pengalaman berharga sekaligus tantangan besar.
Ia menyebut, dari total 532 pendaftar secara nasional, hanya 229 peserta yang lolos seleksi administrasi.
Tahap berikutnya, peserta disaring melalui tes kemampuan bahasa Inggris dengan standar minimal IELTS 6,5; TOEFL iBT 81,5; PTE 58,5; dan TOEFL ITP 550, hingga tersisa 58 peserta terbaik, termasuk tujuh wakil dari Jawa Timur.
Pada tahap lanjutan, peserta mengikuti tes substansi selama dua jam, tes psikologi, hingga presentasi visi-misi dalam bahasa Inggris di hadapan panelis profesional.
“Seleksi ini bukan hanya menguji kompetensi, tetapi juga kesiapan memimpin sekolah berstandar global. Seluruh tahapan menjadi proses pembelajaran yang sangat bermakna,” ujarnya.
Marta menambahkan, motivasinya mengikuti seleksi didorong oleh komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Ia menilai kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pemimpin pembelajaran dan agen perubahan dalam ekosistem pendidikan.
Selama memimpin SMAN 1 Tanggul, ia berhasil membawa berbagai prestasi bagi sekolah, di antaranya meraih gold medal pada Youth International Science Fair (YISF) 2026, juara 3 Kejurprov Olahraga Domino 2026, serta prestasi nasional dalam ajang Invention and Innovation Fair (IFF) 2026.
Tak hanya itu, capaian siswa dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) juga mengalami peningkatan signifikan.
Pada 2026, sebanyak 40 dari 84 siswa dinyatakan lolos, meningkat 13 persen dibanding tahun sebelumnya.
Tren kenaikan ini telah terlihat sejak 2024, ketika jumlah siswa lolos SNBP hanya delapan orang, kemudian meningkat menjadi 37 siswa pada 2025.
Sebagai informasi, pada tahap awal pemerintah akan membuka empat SMA Unggul Garuda di wilayah Indonesia timur, yakni di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, dan Belitung Timur.
Penempatan kepala sekolah terpilih telah dimulai sejak awal April 2026.