TRIBUNNEWS.COM - Cuaca ekstrem kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia hingga menimbulkan kerusakan permukiman warga.
Pada Minggu (12/4/2026) dini hari, hujan lebat dengan durasi panjang merusak tembok pembatas tanah (TPT) di Sumedang, Jawa Barat hingga merusak bangunan warga.
Di hari yang sama, angin puting beliung melanda Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung.
Puluhan rumah warga pun rusak setelah diterjang angin kencang saat hujan lebat turun.
Mengutip TribunLampung.co.id, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Tengah mencatat ada 53 rumah di Kampung Kalirejo yang terdampak angin puting beliung.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman nyata di berbagai daerah.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak kerusakan yang luas tetap mengganggu aktivitas dan kehidupan masyarakat.
Kepala BPBD Lampung Tengah, Ricky Augusta mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih melakukan pendataan.
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
"Untuk sementara, total rumah terdampak cukup banyak, terutama di Kampung Kalirejo."
"Kami masih melakukan verifikasi di lapangan," ujar Ricky, Senin (13/4/2026).
Baca juga: Cuaca Ekstrem di Sumedang, Ruko Nyaris Ambruk hingga Rumah Warga Tertimpa Tembok
Sedangkan ada belasan rumah rusak di Kampung Kaliwungu.
"Tak hanya di Kampung Kalirejo, angin puting beliung juga merusak permukiman warga di Kampung Kaliwungu," kata Ricky.
Ia menambahkan, warga bersama aparat setempat telah melakukan pembersihan puing bangunan dan pohon yang tumbang.
"Warga setempat bersama aparat pekon telah melakukan penanganan awal dengan membersihkan puing-puing bangunan dan pohon tumbang secara gotong royong."
"Aktivitas warga secara bertahap mulai kembali normal," imbuhnya.
Ia mengimbau kepada warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca esktrem yang terjadi karena hujan disertai angin kencang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa hari ke depan," tutupnya.
Hujan lebat disertai angin kencang juga mengguyur Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (12/4/2026).
Sejumlah wilayah di Kota Semarang pun terdampak cuaca ekstrem.
BPBD Kota Semarang mencatat, ada empat rumah yang rusak terdampak tanah longsor dan terjangan angin.
Dampak cuaca ekstrem tersebut terjadi di Kelurahan Pakintelan, Gunungpati, Gemah dan Penggaron Kidul, Pedurungan, dan Bamban Kerep, Ngaliyan.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Terjang Sejumlah Daerah, BNPB Catat Banjir dan Angin Kencang Dominasi Bencana
Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto menyebutkan, mayoritas kerusakan disebabkan bangunan yang tak mampu bertahan di cuaca ekstrem.
"Semua kejadian didominasi akibat angin kencang dan longsor talud," ungkap Endro kepada TribunBanyumas.com, Minggu (12/4/2026).
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam insiden pada hari Minggu kemarin.
"Tim sudah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen, dokumentasi, serta menyalurkan bantuan darurat kepada korban," tambah Endro.
Pihak BPBD Kota Semarang juga terus melakukan pemantauan di seluruh wilayah untuk mengantisipasi potensi bencana susulan.
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor maupun bantaran sungai diimbau untuk lebih waspada.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunLampung.co.id, Fajar Ihwani Sidiq)(TribunBanyumas.com, Idayatul Rohmah)