Persebaya Surabaya Kalah 0-3, Tavares Akui Peluang Juara Kian Menipis
Wiwit Purwanto April 13, 2026 03:32 PM

 

SURYA.co.id, Surabaya - Kekalahan telak 0-3 dari Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (11/4/2026), membuat Persebaya Surabaya semakin sulit mengejar gelar juara Super League. Pelatih Bernardo Tavares pun tak mampu menyembunyikan kekecewaannya.

Persebaya kini tertahan di posisi keenam klasemen sementara dengan 42 poin. Jarak dengan Persib Bandung yang memimpin klasemen dengan 61 poin semakin melebar, sehingga peluang Bajol Ijo untuk bersaing di jalur juara hampir sirna.

Bernardo Tavares menegaskan sejak awal dirinya tidak pernah menjanjikan gelar juara. “Saat saya datang, saya tidak pernah menjanjikan kepada siapa pun bahwa kami akan menjadi juara, termasuk untuk masa depan,” ujarnya.

Pelatih asal Portugal itu menekankan komitmennya untuk bekerja keras. “Yang saya janjikan adalah saya datang untuk bekerja, bukan untuk berlibur. Saya berusaha memberikan yang terbaik,” tegasnya.

Ia mengaku sejak awal langsung melakukan analisis mendalam terhadap pertandingan dan sesi latihan. “Saya menganalisis semua pertandingan, semua sesi latihan, mencoba melihat karakteristik pemain kami untuk menemukan cara bermain terbaik,” katanya.

Baca juga: Jadwal Persebaya Usai Kalah dari Persija adalah Lawan Madura United, Bajol Ijo Wajib Bangkit

Namun, Tavares tak menampik bahwa rencana timnya gagal berjalan saat menghadapi Persija. Ia menyoroti kesalahan fatal yang berbuah penalti cepat dan membuat tim kehilangan kendali.

Evaluasi Keras untuk Pemain Persebaya

Tavares menyebut penalti yang diberikan kepada Persija sebagai momen krusial.

“Hari ini rencana kami sebenarnya hanya bertahan sekitar 15 menit, karena ketika kami membuat penalti seperti itu, kontrol emosi kami tidak baik. Setelah melihat tayangan ulang, itu penalti yang konyol,” jelasnya.

Ia menegaskan kesalahan seperti itu tidak boleh terjadi. “Kami tidak boleh melakukan kesalahan seperti itu. Itu yang membuat perbedaan besar dalam pertandingan,” katanya.

Menurutnya, gol cepat Persija membuat Bajol Ijo kehilangan kepercayaan diri. “Kalau saja mereka tidak cepat mencetak gol, kami mungkin bisa mendapatkan kepercayaan diri lebih dan menciptakan lebih banyak peluang,” ucapnya.

Baca juga: Dibantai Persija 3-0 di GBK, Tren Buruk Persebaya Berlanjut Tanpa Ampun 

Meski kecewa, Tavares menekankan pentingnya fokus pada tujuh laga tersisa musim ini. Ia mengirim sinyal peringatan keras kepada pemain yang performanya menurun.

“Untuk pertanyaan tentang musim depan, kami memang mencoba mempersiapkannya. Tapi kami tidak boleh melupakan bahwa masih ada pertandingan tersisa musim ini,” tuturnya.

Ia menegaskan akan menilai semua pemain, bukan hanya yang sering tampil. “Jika ada pemain lain yang di latihan menunjukkan kondisi fisik dan performa lebih baik, maka mereka punya peluang besar untuk dimainkan di pertandingan berikutnya,” pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.