TRIBUNDEPOK-Pemerintah Kota Depok sulap bekas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di Bukit Cengkeh menjadi taman dengan pohon tabebuya.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Depok, menyulap Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di pinggir Kali Jantung, Bukit Cengkeh, menjadi taman dengan penanaman pohon tabebuya.
TPS liar yang berada RW 16 Bukit Cengkeh itu sebelumnya ditutup oleh Tim Maung ASRI Depok melalui kegiatan operasi bersih beberapa waktu lalu.
Setelah dibersihkan, Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi (TLK) DLHK Kota Depok bersama KNPI melanjutkan penataan kawasan dengan penghijauan.
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi(TLK) Kota Depok, Tri Sakti Anggoro mengatakan, penataan ini merupakan langkah lanjutan setelah penutupan TPS liar di lokasi tersebut.
"TPS liar di pinggir Kali Jantung yang tempo lalu di opsih (operasi bersih) dan ditutup Tim Maung bersama KNPI dan DLHK di RW 16 Bukit Cengkeh, kini disulap menjadi taman," ujarnya dalam keterangan tertulis Senin (13/4/2026).
Ia menambahkan, pihaknya menuntaskan persoalan TPS liar secara menyeluruh, mulai dari pembersihan hingga edukasi kepada masyarakat.
"Kami menuntaskan PR lingkungan mulai dari pembersihan, penutupan sampah liar di area pinggir sungai, penanaman pohon pelindung, dan edukasi kepada masyarakat terkait lingkungan hidup," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Depok, Tomy Wibawa Mukti menyebut menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah.
“Kolaborasi antara RW, DLHK, KNPI, dan Tim Maung ASRI berjalan dengan sangat baik. Isu lingkungan menjadi perhatian serius masyarakat, sehingga proses diskusi dan edukasi dapat berjalan, hingga akhirnya aksi penanganannya dapat diselesaikan secara tuntas," tutupnya.
Baca juga: Pramono Ucap Terimakasih usai Viral Foto Dugaan Pembuangan Sampah, Stop TPS Sementara
Selain di Bukit Cengkeh, Kelurahan Pondok Petir (Pontir) juga menindaklanjuti temuan TPS liar di lokasi tersembunyi.
TPS liar itu ditemukan di kawasan permukiman warga RT 01 RW 05 Pontir.
Penanganan dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor.
Lurah Pondok Petir, Rengga Nugraha Rojali, turun langsung dalam kegiatan tersebut bersama Koordinator Kecamatan (Korcam) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta Tim Maung ASRI.
Langkah ini diambil menyusul laporan warga terkait keberadaan TPS liar yang sulit terdeteksi karena berada di tengah pemukiman dan tertutup.
“Begitu mengetahui adanya TPS liar ini, kami langsung berkoordinasi dengan DLHK dan unsur terkait lainnya. Penanganan perlu dilakukan segera, mengingat lokasinya berada di tengah pemukiman warga,” ujar Rengga Jumat (10/4/2026).
Ia menyebut, TPS liar tersebut diduga telah ada cukup lama. Kondisi lokasi yang sulit dijangkau menjadi salah satu penyebabnya.
“Posisi lokasi berada di tengah pemukiman dan tertutup. Akses kendaraan tidak tersedia, hanya bisa dijangkau menggunakan gerobak,” jelasnya.
Selain faktor akses, pembuangan sampah liar juga kerap dilakukan pada waktu-waktu tertentu untuk menghindari pengawasan.
“Biasanya dilakukan pada malam hari atau menjelang subuh saat lingkungan sepi,” tambahnya.
Melalui sidak ini, pihak kelurahan memperkuat pengawasan sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami akan menggandeng masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang. Ini tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman,” tegasnya.