Jateng Jadi Pilot Project, Kemenko Pangan Siapkan Menu Ikan 2 Kali Seminggu untuk Program MBG
raka f pujangga April 13, 2026 06:11 PM

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjajaki kesiapan infrastruktur perikanan di Jateng untuk mendukung dua menu ikan dalam seminggu pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

MBG menu ikan dua kali seminggu diprediksi bakal menyedot suplai ikan di Jateng sehingga perlu mempersiapkan hilirisasi produk perikanan.

Pengawasan produk perikanan juga perlu diperketat terutama pada rantai pasoknya agar mencegah keracunan  MBG  menu ikan.

Baca juga: Ibu Hamil, Menyusui dan Lansia Dapat Jatah MBG, Lima Kali Dalam Seminggu

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dandy Satria Iswara mengatakan, Jateng menjadi proyek percontohan atau pilot project menghubungkan produk perikanan dengan dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dalam menyediakan menu ikan MBG.

Pihaknya berencana menu ikan dalam produk MBG akan diterapkan sebanyak dua kali dalam seminggu. Alasannya, menu ikan memiliki protein cukup tinggi yang cocok untuk penerima MBG mulai dari balita, anak sekolah, ibu hamil dan menyusui.

"Ya selama ini beberapa SPPG sudah memasukan menu ikan dalam produk mereka, tetapi kami ingin menu ikan bisa konstan dimasukkan ke MBG dua kali seminggu secara nasional," ujarnya selepas  rapat penguatan kemitraan rantai pasok perikanan untuk MBG di Gedung Grahadika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (13/4/2026).

Melihat kebutuhan itu, Dandy menilai perlu penguatan di sektor hulu perikanan baik secara infrastruktur maupun sertifikasinya.

Soal infrastruktur, lanjut Dandy, para budidaya ikan maupun nelayan bisa mempersiapkan diri terkait kebutuhan pasokan ikan ke SPPG.

Begitupun soal sertifikasinya, para pembudidaya dan nelayan bisa mengantungi izin itu dari Dinas Kesehatan setempat.

"Secara nasional termasuk Jateng rencana ini dilakukan pelan-pelan, biar pengelola budidaya ikan tidak kaget, nelayan tidak kaget, begitupun SPPG-nya," terangnya.

Rencana kewajiban SPPG menyediakan dua menu ikan baik ikan tawar maupun ikan laut masih menunggu peraturan presiden yang saat ini masih digodok. Dandy tidak menyebutkan detail waktu persis Perpres itu akan diteken Presiden.

"Perpres itu keluar mungkin beberapa bulan lagi, jadi kami berharap, Perpres keluar menu ikan dalam seminggu bisa dilakukan," bebernya.

Ia menilai, Jateng bisa mengeksekusi rencana program ini. Terlebih di Jateng memiliki sumber daya perikanan cukup kuat.

Kondisi itu didukung pula oleh suplai ikan dari kampung nelayan merah putih yang ada di Pati, Jepara, Purworejo dan Kebumen.

Program lain yang berkorelasi dengan dukungan infrastruktur perikanan adalah Bioflok Tematik, yakni program bantuan budidaya ikan intensif ramah lingkungan dari KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) yang terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk ketahanan pangan dan MBG.

"Infrastruktur itu sebagai pendukung rencana program MBG tersebut sekaligus menjawab tantangan inflasi semisal harga ikan naik barang tetap ada," ujarnya.

Sementara, Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Jateng, AR Hanung Triyono mengungkap, rencana memasukan dua menu ikan dalam seminggu menjadi peluang meningkatkan konsumsi ikan sekaligus hilirisasi produk perikanan di Jateng.

Ia yakin Jateng bisa memenuhi target itu yang didukung oleh kawasan persis baik utara dan selatan.

Baca juga: SPPG di Kudus Beri Kejutan Uang Tunai di Dalam Ompreng untuk Siswa Penerima MBG

"Ya sudah terbukti beberapa produk UMKM perikanan sudah masuk ke SPPG," ucapnya.

Namun, ia mendorong perlunya penguatan kemitraan antara nelayan, pembudidaya dan SPPG dalam program ini.

"Kami harap dari sinergi itu bisa meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan sektor perikanan Jateng bisa lebih berdaya saing," tambahnya. (Iwn)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.