Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kondisi memprihatinkan terjadi di aliran sungai yang melintasi Desa Wanayasa, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.
Sungai yang dulunya menjadi sumber kehidupan warga kini berubah drastis. Airnya tampak hitam pekat, berbau menyengat, serta dipenuhi tumpukan sampah yang menghambat aliran.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi sungai terlihat keruh kehitaman dengan aroma tidak sedap. Permukaan air juga dipenuhi berbagai jenis sampah rumah tangga yang menumpuk di sejumlah titik.
Baca juga: VIRAL! Sungai di Tirtayasa Serang Dipenuhi Sampah Styrofoam, Warga : Setiap Hari Makin Numpuk
Seorang warga Desa Wanayasa, Holid, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Ia menyebut, sungai tersebut dulunya memiliki air yang jernih dan dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
"Dulu airnya bersih dan jernih. Warga sering mandi, mencuci, bahkan untuk kebutuhan lainnya. Sekarang sudah tidak bisa digunakan sama sekali," ujar Holid, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, perubahan kondisi sungai terjadi secara bertahap, namun dalam beberapa waktu terakhir kondisinya semakin memburuk.
Selain pencemaran, pendangkalan sungai juga menjadi persoalan serius karena menyebabkan aliran air tidak lancar.
Holid menduga, banyaknya sampah yang dibuang ke sungai menjadi salah satu penyebab utama kerusakan tersebut.
Ia juga mengkhawatirkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan masyarakat serta potensi banjir jika kondisi ini terus dibiarkan.
"Kalau terus seperti ini, bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan warga. Saat hujan deras, bukan tidak mungkin terjadi banjir karena aliran air tersumbat," katanya.
Warga pun berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait untuk segera melakukan penanganan, baik melalui pembersihan sungai maupun upaya pencegahan pencemaran.
Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan, terutama sumber air yang menjadi penopang kehidupan masyarakat sehari-har