Dua Wilayah di Banten Jadi Daerah Terpanas di Indonesia Periode 12-13 April 2026
Abdul Rosid April 13, 2026 08:01 PM

TRIBUNBANTEN.COM - Dua wilayah di Provinsi Banten tercatat sebagai daerah dengan suhu terpanas di Indonesia dalam periode 12 April 2026 pukul 07.00 WIB hingga 13 April 2026 pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu maksimum tertinggi terjadi di Balai Besar MKG Wilayah II Ciputat, Tangerang Selatan, yang mencapai 35,6 derajat Celsius.

Selain itu, wilayah lain di Banten juga mencatat suhu tinggi, yakni Tangerang dengan 35,4 derajat Celsius dan Serang sebesar 35,3 derajat Celsius.

Baca juga: Air Sungai Berubah Hitam, Warga Wanayasa Serang Minta Penanganan Cepat

Dominasi wilayah Banten dalam daftar suhu tertinggi menunjukkan adanya konsentrasi panas di bagian barat Indonesia pada periode tersebut.

Tidak hanya di Banten, suhu panas juga tercatat di sejumlah wilayah lain di Indonesia. Di Sumatera Utara, suhu maksimum mencapai 35,4 derajat Celsius di Deli Serdang, 35,2 derajat Celsius di Medan, dan 34,4 derajat Celsius di Tapanuli Tengah.

Sementara itu, beberapa daerah lain juga mencatat suhu di atas 35 derajat Celsius, di antaranya Kapuas Hulu, Kalimantan Barat sebesar 35,1 derajat Celsius, Halmahera Utara, Maluku Utara 35,0 derajat Celsius, serta Gorontalo yang juga menyentuh 35,0 derajat Celsius.

BMKG juga mencatat sejumlah wilayah berada pada kisaran suhu 34 hingga 35 derajat Celsius. Di antaranya Kupang, Nusa Tenggara Timur dengan suhu 34,7 dan 34,6 derajat Celsius, Lampung 34,6 dan 34,4 derajat Celsius, Pekanbaru 34,6 derajat Celsius, Konawe Selatan 34,6 derajat Celsius, Jambi 34,5 derajat Celsius, serta Banjarmasin 34,5 derajat Celsius.

Sebaran tersebut menunjukkan bahwa suhu panas terjadi secara luas di berbagai wilayah Indonesia.

Jika dibandingkan periode sebelumnya, suhu maksimum memang mengalami sedikit penurunan. 

BMKG sebelumnya mencatat suhu tertinggi mencapai 36,0 derajat Celsius di Gorontalo pada periode 7-8 April 2026. Namun, pada periode terbaru suhu tertinggi berada di angka 35,6 derajat Celsius.

Meski demikian, kondisi panas masih terasa signifikan di berbagai daerah.

BMKG menyebut kondisi ini berkaitan dengan masa peralihan menuju musim kemarau 2026. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh berakhirnya fenomena La Niña lemah, kondisi ENSO yang netral, serta potensi munculnya El Niño pada pertengahan tahun.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan peningkatan suhu udara dan berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah.

BMKG mengingatkan suhu panas yang tinggi dapat menimbulkan berbagai dampak, seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga meningkatnya risiko kebakaran lahan.

Selain itu, sektor pertanian dan ketersediaan air juga berpotensi terdampak apabila kondisi ini berlangsung dalam jangka waktu lama.

Untuk itu, masyarakat diimbau tetap waspada dengan memperbanyak konsumsi air putih, menghindari aktivitas di bawah terik matahari, menggunakan pelindung seperti topi atau payung, serta rutin memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.