Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Eks pemain Persis Solo keturunan Indonesia, Jordy Tutuarima, menjadi sorotan setelah pernyataannya yang menyebut dirinya tidak menerima gaji saat masih membela Laskar Sambernyawa.
Menanggapi isu tersebut, Direktur Persis Solo, Ginda Ferachtriawan, angkat bicara dan menilai bahwa pernyataan tersebut perlu dipertanyakan kembali maksud dan tujuannya.
Ginda menegaskan bahwa kontrak Jordy Tutuarima dengan Persis Solo terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS).
Karena itu, ia enggan berkomentar terlalu jauh terkait peristiwa yang terjadi pada periode sebelumnya.
"Itu masa lalu, saya tidak bisa ngomong banyak yang terjadi dulu. Fokus kita kompetisi saat ini, dan kedepan. Masalah statement patut dipertanyakan maksud dan tujuannya, toh selama kita masuk ke direksi kita memperbaiki semua kekurangan yang ada," ungkap Ginda saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Senin (13/4/2026).
Sebelumnya, Jordy Tutuarima mengaku tidak menerima gaji selama membela Persis Solo.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian publik, terutama di kalangan penggemar Laskar Sambernyawa yang mengikuti perkembangan klub dari musim ke musim.
Namun hingga kini, belum ada rincian lebih lanjut dari pihak Jordy terkait periode pasti maupun detail kontrak yang dimaksud dalam pernyataannya tersebut.
Lebih lanjut, Ginda juga menegaskan bahwa pihak manajemen saat ini telah melakukan evaluasi internal secara menyeluruh, termasuk terkait kondisi keuangan klub.
Saat ditanya mengenai pengeluaran klub untuk gaji pemain, ia memilih untuk tidak membuka detail tersebut ke publik.
"Apa yang kita lakukan secara bisnis punya strategi tertentu, secara internal biar jadi internal kita. Apa yang kita sampaikan ke teman-teman dilihat aja apa yang sudah dilakukan," tegasnya.
Baca juga: Jordy Tutuarima Buka-bukaan soal Dilepas Persis Solo, Mengaku Gajinya Tak Dibayar Berbulan-bulan
Meski isu ini mencuat, Ginda memastikan bahwa Persis Solo tetap berkomitmen sebagai klub profesional yang menjunjung tinggi kewajiban terhadap pemain maupun mantan pemain.
"Kita akan tetap melaksanakan kewajiban kita. Kita sebagai klub secara profesional punya hak dan kewajiban. Kewajiban akan kita lakukan, hak akan kita mintakan, dan hasil terbaik yang kita harapkan," pungkasnya.
(*)