TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Kepastian masa depan Rafael Leao bersama AC Milan menjadi perbincangan. Manchester United bakal membajak winger Portugal?
Belum lama ini, Rafael Leao mendapat sorotan tajam dari suporter saat laga AC Milan melawan Udinese pada Sabtu (11/4/2026).
Menurut laporan Gazetta dello Sport, pada pertandingan yang berakhir dengan skor 0-3 untuk kekalahan AC Milan itu, Rafael Leao tampak mendapat cemoohan keras ketika diganti.
Sejumlah pihak di Rossoneri seperti Massimiliano Allegri, Adrien Rabiot, dan klub berusaha untuk melindunginya untuk saat ini, karena ia bisa menjadi kunci penting untuk akhir musim.
Baca juga: Sinyal AC Milan Rasa Real Madrid, Perpanjang Kontrak Luka Modric, 1 Bintang Muda Kans Digaet
Baca juga: Di Ambang Pintu Keluar Man United, Gelandang Uruguay Ditawarkan ke AC Milan
Adapun manajemen AC Milan akan memanjakan pemain Portugal itu setidaknya hingga akhir musim, ketika mereka kemungkinan akan berpisah.
Pertama, kualifikasi Liga Champions harus diamankan, dan itu hanya dapat dilakukan dengan dukungan semua pihak.
Meskipun sangat aktif di media sosial dan bahkan baru-baru ini menggunakannya untuk menyebarkan pesannya, Leao tetap diam kemarin.
Mereka yang mengenal winger Portugal itu meyakinkannya bahwa ia tidak menyangka akan mendapat cemoohan sekeras itu dari penggemarnya sendiri, tidak hanya ketika ia diganti, tetapi juga sebelumnya.
Ia kecewa karena bahkan musim lalu, musim yang penuh dengan kesalahan, pasang surut performa, dan sering dicadangkan di bawah asuhan Paulo Fonseca dan Sergio Conceicao, ia tidak pernah mendengar penggemarnya begitu kritis terhadapnya.
Ia merasa sakit hati karena cemoohan itu datang di tahap akhir musim di mana ia turun ke lapangan dengan menahan rasa sakit di pangkal paha dan ditempatkan pada peran sebagai penyerang tengah, yang menurutnya tidak alami.
Seolah-olah, menurutnya, para penggemar tidak memahami usaha yang telah ia lakukan untuk tim.
Tentu saja, Rafa juga tahu betul bahwa ia melewatkan dua peluang melawan Udinese yang bisa mengubah jalannya pertandingan, dan bahwa ia mencetak beberapa gol lebih sedikit musim ini daripada yang seharusnya.
Namun, cemoohan itu menyakitinya.
Mulai hari ini, pemain Portugal itu harus mencoba untuk memulai kembali.
Hampir 45 hari telah berlalu sejak gol terakhirnya melawan Cremonese.
Pada hari Minggu di Verona, dengan Como berada di posisi kelima dan tertinggal lima poin, AC Milan tidak boleh lagi melakukan kesalahan dan membutuhkan tiga poin untuk menghindari finis di luar empat besar.
Masih harus dilihat apakah Allegri akan memainkannya sebagai starter atau mencadangkannya seperti yang dilakukannya di Napoli. Ini adalah detail penting yang akan menjadi lebih jelas dalam beberapa hari mendatang.
Di akhir musim, saatnya untuk mengevaluasi kembali.
Jika mereka lolos ke Liga Champions, AC Milan akan mendapatkan striker dengan kemampuan mencetak gol yang tinggi, dan pada saat itu Allegri kemungkinan besar tidak akan membayangkan formasi 4-3-3 dengan pemain baru ditambah Christian Pulisic dan Rafael Leao.
Terlebih, Rafael Leao juga tidak suka melakukan tugas bertahan.
Jika ada tawaran yang sesuai, Rafael Leao akan dijual manajemen AC Milan.
Lebih dari sekadar pembicaraan tentang Barcelona, AC Milan lebih mengincar Manchester United, yang pernah tertarik padanya di masa lalu.
Penampilan di Piala Dunia bisa membantu, tetapi Leao tidak akan pergi dengan harga murah.
Dia menginginkan tim bergengsi seperti AC Milan.
Bukan pindah ke Arab Saudi, di mana temannya Theo Hernandez akan menyambutnya dengan tangan terbuka.
Ada banyak kepingan teka-teki yang perlu disatukan, tetapi jalan menuju kepergiannya sudah jelas.