IPM Tana Tidung Meningkat jadi 71,86, Penduduk Miskin Menurun
Cornel Dimas Satrio April 13, 2026 09:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Dokumen Tana Tidung Dalam Angka 2026 mencatat sejumlah indikator sosial menunjukkan tren yang menggembirakan, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga menurunnnya angka kemiskinan rill di lapangan.

Kepala BPS Tana Tidung, Achmad Sani Setiawan mengungkapkan potret kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari capaian IPM yang terus mengalami kemajuan. 

Kualitas hidup masyarakat Tana Tidung, kata dia, terus membaik. Terbukti IPM pada tahun 2023 berada di angka 70,95, naik menjadi 71,86 di 2024.

"Tren ini diprediksi terus menguat seiring membaiknya akses pendidikan dan kesehatan," kata pria yang akrab disapa Iwan, Senin (13/4/2026).

Menurutnya kenaikan IPM ini linear dengan penurunan persentase penduduk miskin di Bumi Upun Taka. 

Iwan merincikan angka kemiskinan di Tana Tidung pada tahun 2024 tercatat sebesar 5,34 persen, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka 5,71 persen. 

Secara jumlah, penduduk miskin berkurang dari 1,60 ribu jiwa menjadi 1,51 ribu jiwa.

"Penurunan ini menunjukkan program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat lapisan bawah," ucapnya.

"Garis Kemiskinan kita juga mengalami penyesuaian dari Rp 579.526 per kapita per bulan di tahun 2023 menjadi Rp 614.996 di tahun 2024," ujarnya menambahkan.

Sektor kesehatan juga menunjukkan data yang stabil, di seluruh Kabupaten Tana Tidung, fasilitas kesehatan didukung oleh kehadiran 1 Rumah Sakit Umum, 6 Puskesmas, 14 Puskesmas Pembantu (Pustu), serta 45 Posyandu yang tersebar di 32 desa. 

Hal ini memastikan jangkauan layanan kesehatan dasar bagi warga di pelosok tetap terjaga.

Baca juga: BPS Catat 1.723 PNS di Kabupaten Tana Tidung Didominasi Perempuan, Jumlahnya Capai 875 Orang

Sementara di sektor pendidikan, rata-rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas kini telah mencapai 9,14 tahun. 

"Ini artinya secara rata-rata, penduduk kita sudah mengenyam pendidikan hingga tingkat SMP atau sederajat, dan kita terus dorong agar angka ini meningkat ke jenjang SMA lewat program wajib belajar," jelasnya.

Dari sisi daya beli, BPS mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan penduduk Tana Tidung mencapai Rp1.988.499 pada periode Maret 2025. 

Menariknya, porsi pengeluaran untuk makanan masih mendominasi sebesar 58,11 persen (Rp 1.155.517), sementara sisanya 41,89 persen (Rp 832.982) dialokasikan untuk kebutuhan bukan makanan seperti perumahan, kesehatan, dan pendidikan.

"Data sosial ini memberikan pesan kuat bahwa meski kita adalah kabupaten dengan jumlah penduduk paling sedikit di Kaltara, namun tingkat kesejahteraan kita sangat kompetitif. Angka-angka ini menjadi landasan bagi pemerintah daerah untuk terus mengintervensi sektor-sektor yang masih memerlukan penguatan," tuturnya.

(*)

Penulis : Rismayanti

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.