TRIBUN-MEDAN.com – Seorang pria menjadi sorotan publik setelah mengungkap kisah pernikahannya yang berakhir dengan perceraian.
Pria tersebut, yang kini bekerja sebagai pengantar makanan, mengaku rumah tangganya runtuh setelah ia kehilangan pekerjaan dengan gaji tinggi yang sebelumnya mencapai 50.000 yuan atau sekitar Rp125 juta.
Pria itu sebelumnya merupakan eksekutif perusahaan milik pemerintah di Hangzhou, China.
Dikutip dari Mstar.com, Senin (13/4/2026), dalam pengakuannya, pria lulusan Universitas Zhejiang yang dikenal dengan nama Qianqian itu menyebut bahwa lima tahun lalu dirinya diberhentikan dari pekerjaan karena alasan yang tidak dapat diungkapkan.
Perubahan drastis dalam kondisi ekonomi tersebut berdampak langsung pada kehidupan rumah tangganya.
Ia mengungkapkan bahwa sang istri, yang selama ini tidak bekerja dan sepenuhnya bergantung secara finansial kepadanya, langsung mengajukan perceraian setelah dirinya kehilangan pekerjaan.
“Dia adalah wanita yang paling saya cintai. Saya pernah berpikir saya tidak akan pernah melupakannya. Tapi suatu hari saya sadar, dia bukan mencintai saya, melainkan mencintai kemampuan saya untuk memenuhi semua keinginannya,” ungkap Qianqian.
Pria berusia 43 tahun itu juga menceritakan awal perkenalannya dengan mantan istrinya. Ia menyebut bahwa mereka bertemu melalui sebuah permainan daring.
Dalam perjalanan hubungan tersebut, ia menyadari bahwa mantan istrinya kerap menjadi perhatian banyak pria karena penampilannya yang menarik.
Meski demikian, wanita itu memilih untuk menjalin hubungan dengannya.
Qianqian mengungkapkan bahwa salah satu alasan dirinya dipilih adalah karena ia selalu memenuhi kebutuhan finansial tanpa banyak pertanyaan.
Selama tujuh tahun menjalani pernikahan, ia menuturkan bahwa sang istri menikmati gaya hidup mewah yang sepenuhnya ditopang olehnya.
Ia menyebutkan bahwa mantan istrinya kerap membeli pakaian dalam tiga warna berbeda untuk satu model yang sama. Selain itu, wanita tersebut juga memiliki koleksi tas bermerek dengan harga lebih dari 15.000 yuan atau sekitar Rp37 juta per unit.
Tidak hanya itu, produk perawatan diri yang digunakan pun tergolong premium, mencakup perawatan wajah, tangan, hingga kaki.
Ia juga menyebut bahwa mantan istrinya rutin mengonsumsi suplemen mahal serta menjalani sejumlah prosedur kosmetik untuk menunjang penampilan.
Gaya hidup tersebut, menurut Qianqian, memberikan tekanan finansial yang besar hingga dirinya terpaksa menjual rumah untuk memenuhi berbagai kebutuhan tersebut.
Meski telah mengorbankan banyak hal secara materi, ia mengaku tidak mendapatkan keseimbangan dalam kehidupan rumah tangga.
Ia mengungkapkan bahwa hubungan intim dalam pernikahan mereka hampir tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Dalam kurun waktu tujuh tahun pernikahan, hubungan tersebut hanya terjadi sekitar tujuh hingga delapan kali.
Setelah perceraian terjadi, Qianqian menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki harta bersama dengan mantan istrinya. Ia bahkan mengaku kehilangan hampir seluruh yang dimilikinya.
“Saat kami bercerai, tidak ada harta bersama. Saya benar-benar tidak memiliki apa-apa lagi. Apa yang saya hilang bukan hanya uang, tetapi juga masa muda saya,” ujarnya dengan nada penyesalan.
Kini, kehidupan Qianqian telah berubah secara signifikan. Ia bekerja sebagai pengantar makanan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Meski demikian, ia mengaku merasakan kebebasan dalam hidupnya saat ini, meskipun harus menghadapi rasa kesepian.
Kisah yang dibagikannya tersebut menjadi perhatian luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari warganet.
Banyak yang menyoroti dinamika hubungan yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi serta pengorbanan dalam rumah tangga.
(cr31/tribun-medan.com)