Dilema Anggaran Porprov, KONI Belitung Timur Sebut Ada Kemungkinan Hanya Berangkatkan Cabor Unggulan
Ardhina Trisila Sakti April 13, 2026 09:36 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Belitung Timur melakukan klarifikasi internal mengenai isu penambahan anggaran, Senin (13/4/2026)

Sekretaris KONI Belitung Timur, Ferizal mengatakan pihaknya telah menggelar pertemuan untuk menjelaskan kronologis permohonan penambahan dana untuk seluruh cabang olahraga (cabor). Langkah ini diambil untuk menjaga transparansi dan kepercayaan dalam organisasi.

"Salah satu rapat kita hari ini adalah menjelaskan semua kronologis permohonan penambahan dana tersebut kepada semua cabor. Biar ini tidak menjadi cerita yang digoreng dari mulut ke mulut," ujar Ferizal.

Pengurus KONI Beltim sendiri sebelumnya telah melakukan diskusi bersama Komisi III DPRD Kabupaten Belitung Timur. Pertemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan memfasilitasi pertemuan langsung bersama Bupati.

Upaya komunikasi lain telah dilakukan oleh pihak KONI dimana mereka menghadap langsung kepada Bupati dan Wakil Bupati Belitung Timur. Namun, sinyal dari pemerintah daerah mengindikasikan bahwa dana tersebut harus menunggu perubahan pada APBD.

"Kelihatannya pemerintah daerah menunggu proses perubahan APBD. Cuma sekali lagi, kami cabor ini kan tidak mungkin menunggu, karena persiapan atlet itu memakan waktu," ucap Ferizal.

Dilema anggaran ini menjadi tantangan serius bagi 23 cabor yang sedang dipersiapkan. Pasalnya, persiapan atlet memiliki standar waktu minimal delapan bulan, sementara Porprov hanya tinggal tujuh bulan lagi.

Ferizal mengatakan kondisi ini membuat KONI Beltim harus menyiapkan langkah antisipasi.

Opsi pertama yang ditawarkan KONI adalah skenario pemberangkatan semua cabor yang ada. Skenario ini tentu membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar.

Sementara opsi kedua adalah skenario efisiensi, dimana KONI hanya akan memberangkatkan cabor-cabor unggulan yang dinilai paling berpotensi menyumbangkan medali.

"Dua opsi itu kita bawa ke DPRD. Angkanya berbeda-beda tergantung skenario mana yang akan diambil. Kepastian duit ini belum muncul, jadi kita belum berani (memutuskan)," ungkap Ferizal.

Saat ditanya terkait peluang dukungan dana dari pihak ketiga, Ferizal menjelaskan bahwa KONI tetap berada dalam jalur birokrasi yang ada. Mereka tetap harus menunggu arahan dari pemerintah daerah sebelum menjalin komunikasi kepada pihak luar.

Meski begitu, Ferizal mengapresiasi semangat para pengurus cabor yang tetap konsisten melakukan pembinaan meskipun saat ini elum ada keputusan resmi mengenai cabor yang akan dicoret.

"Belum ada keputusan ada cabor tertentu yang tidak berangkat. Kita nunggu berapa duitnya dulu. Keputusan hari ini kita bawa ke Dispora, nanti Dispora yang menetapkan seperti apa," ujarnya.

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.