TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Pemkab Bondowoso mempercepat perbaikan fasilitas umum dan rumah warga terdampak banjir di Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang. Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, turut meninjau progres perbaikan, Senin (13/4/2026).
Peninjauan difokuskan pada sejumlah titik infrastruktur yang rusak akibat banjir, termasuk pemasangan bronjong dan perbaikan jembatan.
Beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain pemasangan bronjong di dua lokasi rawan serta dua jembatan yang sebelumnya jebol akibat derasnya arus banjir. Selain itu, sejumlah rumah warga yang rusak juga telah diperbaiki oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) melalui program yang tersedia.
Banjir tercatat terjadi dua kali di wilayah tersebut, yakni pada Februari 2025 dan kembali pada 8 Maret 2026, menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum dan belasan rumah warga.
Baca juga: Tumpahan Solar di Jalan Binakal Bondowoso Sebabkan Banyak Pengendara Motor Terjatuh
Hamid menjelaskan pemasangan bronjong saat ini masih bersifat penanganan sementara. Untuk solusi permanen, diperlukan koordinasi lintas wilayah karena lokasi terdampak berada di perbatasan dua kabupaten.
“Karena ini ada di perbatasan dua kabupaten,” ungkapnya.
Meski di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap berkomitmen mempercepat penanganan melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT). Untuk rumah warga yang mengalami kerusakan berat, perbaikan dilakukan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Hamid mengatakan pemerintah sedang merancang sistem penanganan bencana yang lebih terintegrasi, mulai dari tahap pencegahan, rehabilitasi, hingga rekonstruksi.
“Kita sedang mencoba walaupun dalam keterbatasan anggaran kita belum tentu menjangkau itu semua, tapi saya minta kepada BPBD dan dinas terkait untuk mulai memitigasi,” ujarnya.
Baca juga: Ritual 500 Tahun Tradisi Ngideri Cermee Bondowoso, 11 Lelaki Keliling Desa Tanpa Alas Kaki
Kepala Desa Wonoboyo, Tubaini, mengatakan banjir bandang yang terjadi dalam dua tahun terakhir telah berdampak signifikan terhadap infrastruktur dan permukiman warga.
“Langsung tertangani, seperti pembuatan bronjong dan pembangunan lainnya,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar perbaikan rumah dilakukan secara mandiri oleh warga. Namun, untuk kerusakan berat akibat banjir sebelumnya, pemerintah daerah telah memberikan bantuan pembangunan kembali melalui program RTLH.
Untuk mengurangi risiko banjir ke depan, pemerintah juga telah membangun empat titik bronjong di sepanjang aliran sungai. Upaya ini dinilai cukup efektif dalam menahan luapan air saat hujan deras.
“Untuk fasilitas umum, ada empat bronjong yang dibangun. Itu sudah cukup mengatasi luapan banjir,” jelasnya.
Baca juga: Perbaikan Jembatan Sentong Bondowoso Segera Dimulai, Alat Berat Sudah Didatangkan
Selain pembangunan fisik, pemerintah desa juga mendorong langkah preventif melalui swadaya masyarakat di tahap awal, yang kemudian dilanjutkan oleh dinas terkait. Edukasi kepada warga, terutama terkait pengelolaan sampah, juga terus digencarkan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.