TRIBUN-MEDAN.com - Inilah sosok Zahra Lantong, ibu hamil yang dihabisi suaminya karena cemburu.
Gelagat korban pun sempat dicurigai sang kakek sebelum peristiwa naas itu terjadi.
Insiden suami bunuh istri ini terjadi pada Minggu (12/4/2026) di Ratatotok.
Baca juga: Lirik Lagu Batak Mauliate Ditikkimi yang Dipopulerkan oleh Basadoi Trio
Zahra Lantong (17), warga Desa Buyat Satu, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Boltim), meninggal di tangan suami sendiri.
Pelaku berinisial NM alias Noval, warga Desa Ratatotok, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Mitra.
Korban ditikam pada Minggu 23.00 Wita di kampung halaman pelaku.
Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya memastikan kalau penanganan kasus ini ditangani secara serius.
"Pelaku sudah kita tahan di sel tahanan Polres Mitra," ujarnya.
Baca juga: Lirik Lagu Karo Rondong Simpanen yang Dipopulerkan oleh Ananta Sembiring
"Kami juga menangani kasus ini dengan sangat serius," tegasnya lagi.
Ia mengatakan berdasarkan keterangan pelaku, kalau dirinya menikam korban karena cemburu.
"Dia bilang istrinya ada hubungan dengan laki-laki lain, tapi masih kita dalami," tegasnya.
Perwira dua melati ini meminta agar masyarakat tenang dan menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada Polres Mitra.
"Serahkan proses hukumnya pada kami, karena saat ini pelaku sudah kita tahan," tandasnya.
Berdasarkan penuturan sang kakek bernama Hafid Dolo (54), korban adalah anak disabilitas.
"Tangan kanannya tidak normal dan bengkok," kata sang kakek, Senin 13 April 2026 di kediamannya Desa Buyat Satu.
Ia juga membeberkan kalau korban sejak kecil menderita hidrosefalus.
Hidrosefalus adalah kondisi penumpukan cairan serebrospinal yang berlebihan di dalam rongga otak (ventrikel).
Kondisi tersebut menyebabkan tekanan tinggi pada jaringan otak serta pembesaran kepala pada bayi atau gangguan fungsi otak pada anak-anak dan orang dewasa.
Namun, kepala korban tidak membesar karena sudah diobati sejak kecil oleh keluarganya.
"Jadi ada sedikit keterlambatan berpikir karena dari kecil ada penyakit di otaknya. Tapi kami dari kecil memang sudah rutin mengobati dia (korban)," ucapnya.
Keterlambatan otak tersebut membuat korban hanya bersekolah hingga kelas enam SD.
"Sekolahnya hanya sampai kelas enam saja. Karena penyakit itu," ucap dia.
Terlepas dari semua keterbatasan itu, Zahra bertumbuh dewasa dengan dianugerahi paras yang menawan hingga berkeluarga.
Jenazah korban Zahra sudah dimakamkan di Desa Buyat Satu.
Sedangkan pelaku sudah ditahan di Polres Mitra.
Kronologi Sebelum Kejadian
Seorang wanita bernama Zahra Lantong (17) warga Buyat Satu, Kabupaten Boltim tewas ditikam, Minggu 12 April 2026 di Ratatotok, Mitra, Sulut.
Korban ditikam oleh suaminya sendiri berinisial NM alias Noval.
Usai menikam istrinya, pelaku kemudian menyerahkan diri ke Polres Mitra.
Namun sebelum peristiwa nahas itu terjadi, kakek korban bernama Hafid Dolo (54) mengatakan korban dan pelaku sempat ke rumahnya.
Ketika ditemui Tribunmanado.co.id, ia membeberkan pada pukul 21.00 WITA, korban dan pelaku sempat ke rumahnya.
"Tadi malam sebelum kejadian mereka berdua ada di rumah saya," ujarnya.
"Waktu di rumah saya mereka berdua memang seperti sedang berselisih paham," ungkap dia.
Hafid mengatakan korban dan pelaku pulang pukul 22.00 WITA.
Sang kakek mengatakan gerak-gerik keduanya memang tidak seperti biasanya.
"Biasanya mereka akan pamit ke rumah ibu korban. Tapi semalam tak ada sama sekali," ungkapnya.
"Mereka tidak pamit ke rumah ibu korban sama sekali," ujar dia.
Usai pulang dari rumahnya, sang kakek menerima kabar kalau cucunya tersebut di rumah sakit.
Baca juga: Penyintas Banjir Didata untuk Tempati Huntap, Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Namun, ia tidak tahu kalau korban ternyata ditikam sang suami.
"Awalnya saya pikir hanya bermasalah dengan warga di sana, tapi ternyata sudah meninggal," tegas dia.
Saat ini pelaku pembunuhan tersebut sudah ditahan di Polres Mitra.
Kasat Reskrim Polres Mitra AKP Lutfi Arinugraha Pratama membenarkan kalau pelaku sudah ditahan.
"Iya pelaku sudah kita tahan, kasusnya sedang kita tangani," tegasnya.
Viral di Medsos
Seorang perempuan yang tengah hamil menjadi korban kasus pembunuhan pada Minggu (12/4/2026).
Peristiwa ini terjadi di Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara.
Korban yang diketahui akrab disapa Zhaa itu dibunuh oleh suaminya sendiri.
Peristiwa ini pun viral di media sosial.
Kejadian tragis ini menghebohkan Sulut, khususnya di Mitra.
Banyak ucapan duka membanjiri sosial media.
Ucapan duka datang dari kerabat korban.
Salah satunya akun Niken Maulady Hafid.
Akun tersebut membagikan foto korban dengan suaminya dengan caption sedih buat korban Zahra Lantong atau yang akrab dipanggil Zhaa.
Ucap akun tersebut, "Zhaaa sekarang kenapa kasihan begini kamu dik," dikutip Tribun Manado pada Senin 13 April 2026 sore.
Foto pernikahan antara korban dan terduga pelaku diposting netizen di facebook.
Caption postingan tersebut berisi informasi bahwa korban dibunuh oleh suaminya sendiri dengan cara ditikam dengan benda tajam berkali-kali.
Terdapat luka lebam diduga bekas penganiayaan di tubuh korban.
Korban sendiri terinformasi berasal dari Desa Buyat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), namun ia dan suaminya (terduga pelaku) tinggal di Ratatotok.
Kasatreskrim Polres Minahasa Tenggara AKP Lutfi Arinugraha Pratama saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Dirinya menyebut bahwa saat ini pihak Polres Minahasa tengah melakukan proses hukum.
"Iya betul. Tersangkanya sudah ditangkap," terang dia saat dihubungi Tribun Manado pada pagi hari ini, Senin (13/4/2026).
Lanjut dia, saat ini pihaknya sedang mendalami motif hingga tersangka tega menghabisi istrinya sendiri.
"Untuk motif, tengah kami dalami," tutur dia.