TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Tunggakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di perguruan tinggi kembali menjadi sorotan di tengah beragam kondisi ekonomi mahasiswa.
Seorang mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan), semester 10, Ana, mengaku pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) sejauh ini masih dapat diatasi melalui sistem piutang kampus.
“Sejauh ini Puji Tuhan aman untuk pembayaran UKT karena ada sistem piutang Untan, tapi sempat beberapa kali nyaris cuti karena kondisi ekonomi keluarga,” ujarnya kepada tribunpontianak.co.id, Senin 13 April 2026.
Ia menuturkan, kondisi ekonomi keluarga sangat memengaruhi keberlangsungan kuliah terlebih saat orang tua mengalami masalah kesehatan sehingga ia harus ikut bekerja sambil menjalani perkuliahan.
Ana mengungkapkan beban semakin berat karena harus membagi waktu antara pekerjaan dan penyusunan tugas akhir.
“Kadang berat membagi waktu antara skripsi dan kerja. Apalagi biaya hidup di Pontianak juga tidak murah,” tambahnya.
Ia juga menceritakan pernah berada pada kondisi hampir tidak mampu membayar UKT pada salah satu semester sebelumnya.
Baca juga: Di Tengah Isu UKT, UPGRI Pontianak Klaim SPP Mahasiswa Lancar dan Bisa Dicicil
“Aku sempat nyaris cuti karena tidak ada uang buat bayar UKT, sekarang udah bisa bayar UKT sendiri tapi tetap aja harus double tanggung jawab UKT dan nyelesain kuliah lagi. Lebih ke beban tanggung jawab yang banyak kadang perkuliahan justru tidak tersentuh, kadang iri rasanya ngeliat orang yang masih dibiayai orang tua, atau dah dari dulu tu tidak ngalamin kesulitan ekonomi,” tuturnya.
Menurutnya, meski ada sejumlah bantuan dan beasiswa yang tersedia tidak semua mahasiswa dapat mengaksesnya karena terkendala syarat administrasi maupun waktu.
Ia menambahkan, skema piutang UKT yang diterapkan kampus cukup membantu karena memungkinkan pembayaran dilakukan secara bertahap dalam satu semester.
“Piutang UKT itu bayar setengah dulu, nanti sisanya sebelum semester berikutnya,” katanya.
Ana mengatakan saat ini masih berada pada UKT kelompok tertinggi dan tetap harus berjuang membiayai kuliah secara mandiri di tengah penghasilan yang terbatas. (*)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!