Harta Kekayaan Krisantus Kurniawan Wagub Kalbar yang Tantang Cium Lutut KDM, Tembus Rp3,8 Miliar
Rusaidah April 14, 2026 12:33 AM

 

POS BELITUNG -- Segini harta kekayaan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang menyebut siap 'cium lutut' Dedi Mulyadi.

Ucapan tersebut dilontarkan sebagai bentuk tantangan, jika Dedi Mulyadi mampu membangun infrastruktur jalan di Kalimantan Barat dengan keterbatasan anggaran yang ada saat ini.

Pernyataan itu disampaikan Krisantus saat menghadiri Musrenbang di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (9/4/2026), sebagai respons atas perbandingan kondisi jalan di Kalimantan Barat dengan Jawa Barat yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Baca juga: Video: Rute Internasional Belitung–Singapura Dibuka, Transportasi Wisata Disiapkan Terintegrasi

Dalam forum tersebut, ia secara terbuka menanggapi isu yang berkembang, bahkan menantang langsung Dedi Mulyadi.

"Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp 6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya," tegas Krisantus.

Polemik ini bermula dari beredarnya video kondisi jalan rusak di wilayah Bedayan, SP 3, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, yang kemudian dibandingkan dengan infrastruktur di Jawa Barat.

Krisantus mengaku telah melihat video tersebut dan menilai perbandingan itu tidak tepat karena tidak mempertimbangkan perbedaan kondisi wilayah.

"Beberapa waktu lalu saya nonton TikTok, di kampung saya Sepauk. Gencar sekali orang Sapauk. Saya tidak tahu itu orang Sepauk asli atau bukan. Jalan rusak dibanding-bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat," bebernya.

Ia menegaskan bahwa perbandingan harus dilihat secara proporsional, mengingat perbedaan luas wilayah dan kemampuan anggaran antara kedua daerah.

Menurutnya, Jawa Barat memiliki luas sekitar 43 ribu kilometer persegi dengan APBD mencapai Rp31 triliun, sedangkan Kalimantan Barat memiliki wilayah jauh lebih luas, sekitar 171 ribu kilometer persegi, dengan APBD hanya sekitar Rp6 triliun lebih.

"Dalam video itu, ada yang pinjam Dedi Mulyadi selama tiga bulan. Suruh dia jadi Gubernur Kalbar, bertukar kita. Saya mau lihat, kalau bisa bangun Kalbar pakai APBD enam triliun, kucium lututnya," tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa semakin luas suatu wilayah, maka tantangan dan biaya pembangunan infrastruktur akan semakin besar.

"Semakin luas wilayah, semakin berat biaya pembangunan. Jadi masyarakat jangan sampai gagal paham. Itu sebenarnya yang terjadi," tambahnya.

Meski demikian, Krisantus memastikan pemerintah daerah tetap berupaya menangani persoalan infrastruktur, khususnya jalan rusak di Sintang.

Ia menyebut perbaikan sudah mulai dilakukan, termasuk dengan menurunkan alat dari Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) di sejumlah titik.

"Infrastruktur jalan dan jembatan di Sintang memang berat dengan kemampuan fiskal yang ada. Tapi pemerintah tidak akan tinggal diam," tegas Krisantus.

Harta Kekayaan Krisantus

Di tengah polemik tersebut, profil hingga jumlah harta kekayaan Krisantus Kurniawan pun terkuak.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 28 Maret 2025, total kekayaan Krisantus tercatat sebesar Rp 3.863.000.000.

Harta tersebut didominasi oleh kas dan setara kas senilai Rp1,7 miliar.

Selain itu, ia juga memiliki aset tanah dan bangunan di Kota Pontianak senilai Rp1,2 miliar.

Dari sisi kendaraan, Krisantus tercatat memiliki sejumlah koleksi dengan total nilai mencapai Rp963 juta.

Beberapa di antaranya adalah Jeep Cherokee Trailhawk tahun 2015, Nissan Terrano tahun 2006, Toyota Yaris tahun 2015, Ford Ecosport tahun 2014, serta sepeda motor Honda Vario tahun 2016.

Tidak tercatat adanya utang dalam laporan tersebut, sehingga total kekayaan bersihnya tetap berada di angka Rp3,8 miliar.

Rekam Jejak dan Biodata Krisantus

Sebelum menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Barat mendampingi Ria Norsan, Krisantus memulai pengalaman profesionalnya pada periode 1991–1994 di Rokan Group Holding Company. 

Ia kemudian bekerja sebagai kontraktor di berbagai perusahaan, yakni PT. Sime Indo Agro (1995–1997), PT. Mitra Austral Sejahtera (1997–1998), serta PTPN XIII (1998–1999).

Krisantus pun mulai terjun ke dunia politik. 

Ia pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Sanggau, DPRD Provinsi Kalbar, hingga menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024.

Dalam kontestasi Pilkada 2024, pasangan Ria Norsan-Krisantus Kurniawan berhasil meraih kemenangan telak dengan perolehan 1.364.563 suara (52,80 persen), mengalahkan petahana Sutarmidji.

Pada Pilkada 2024, Krisantus Kurniawan maju bersama Ria Norsan.

Sosoknya kembali menjadi perbincangan publik setelah pernyataannya yang menantang Dedi Mulyadi viral di media sosial,

khususnya terkait perbandingan pembangunan infrastruktur antara Kalimantan Barat dan Jawa Barat.

Riwayat Pendidikan

Dirangkum dari kalbarprov.go.id, Krisantus Kurniawan merupakan putra daerah kelahiran Nanga Layung, 3 Juni 1969.

Ia adalah seorang laki-laki beragama Katolik dan berstatus menikah.

Riwayat pendidikannya dimulai dari SD Negeri Nanga Sepauk yang diselesaikannya pada tahun 1982. 

Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke SMP Panca Setya dan lulus pada tahun 1985, sebelum melanjutkan ke SMA Panca Setya dan menyelesaikannya pada tahun 1988. 

Setelah itu, ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Terbuka Pontianak serta Universitas Tanjungpura.

(Pos Belitung/Tribun Jakarta/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.