POS BELITUNG -- Biodata Haji Her, crazy rich Madura yang disambut ribuan petani tembakau usai dirinya diperiksa.
Haji Her kembali disorot setelah menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kasus yang masih dalam tahap penyidikan.
Kehadirannya di lembaga antirasuah tersebut langsung menyita perhatian, mengingat posisinya sebagai pengusaha tembakau berpengaruh di Pamekasan, Jawa Timur.
Baca juga: Video: Rute Internasional Belitung–Singapura Dibuka, Transportasi Wisata Disiapkan Terintegrasi
Tak lama suasana justru berubah haru ketika ribuan petani tembakau memadati area untuk menyambutnya usai pemeriksaan.
Tangisan hingga teriakan dukungan terdengar dari para petani yang datang.
Momen tersebut mencerminkan kedekatan emosional antara Haji Her dengan para petani binaannya.
Banyak dari mereka mengaku hadir sebagai bentuk solidaritas, sekaligus ungkapan terima kasih atas bantuan dan kemitraan yang selama ini mereka rasakan.
Sosok Haji Her dikenal luas tidak hanya sebagai pelaku usaha besar di sektor tembakau, tetapi juga figur yang memiliki pengaruh kuat di tingkat akar rumput.
Dukungan massa yang begitu besar di tengah proses hukum ini pun memicu beragam respons publik, mulai dari simpati hingga kritik.
Di sisi lain, perhatian terhadap kasus ini semakin meningkat, mengingat penyidikan yang dilakukan KPK terus berkembang.
Kehadiran ribuan orang dalam penyambutan tersebut menjadi pemandangan yang jarang terjadi dalam kasus serupa.
KPK Dalami Dugaan Korupsi
Seperti diketahui, KPK tengah mendalami dugaan korupsi terkait importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan.
Dalam pengembangan terbaru, penyidik memanggil Haji Her sebagai saksi pada Kamis (9/4/2026) guna memperkuat bukti terkait dugaan praktik penyimpangan dalam pengurusan cukai.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan pemeriksaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa penyidik tengah menelusuri mekanisme serta prosedur pengurusan cukai yang berlaku di lapangan.
“Hari ini, ada salah satu saksi atas nama saudara KU atau biasa dikenal dengan saudara HR,” ujar Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
Budi juga mengungkapkan bahwa pemanggilan terhadap Haji Her sebenarnya telah dijadwalkan sebelumnya, namun baru dapat dipenuhi pada pekan ini.
“Pada pekan sebelumnya sudah dilakukan pemanggilan, namun belum bisa hadir. Hari ini yang bersangkutan bersedia hadir secara kooperatif,” tambah Budi.
KPK menegaskan, keterangan dari para saksi, termasuk pelaku usaha di industri tembakau, sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengungkapan kasus dugaan suap tersebut.
Haji Her merupakan tokoh penting di industri tembakau Jawa Timur.
Pria kelahiran Pamekasan, 25 November 1981 itu juga menjabat sebagai Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM).
Kiprahnya di bidang sosial pun cukup menonjol. Menjelang Idul Fitri 2026, ia tercatat menyalurkan santunan hingga Rp45 miliar kepada lebih dari 4.000 anak yatim dan warga kurang mampu di 13 kecamatan di Pamekasan.
Sejak 2020, ia juga telah menggagas program bedah rumah dengan membangun lebih dari 1.000 unit hunian layak bagi masyarakat kurang mampu, dengan nilai bantuan rata-rata Rp42 juta per rumah.
Selain itu, melalui program pemenuhan gizi, ia turut membagikan uang saku kepada ribuan siswa di Bangkalan sebagai bagian dari dukungan terhadap program makan bergizi gratis.
Dalam sektor pertanian, Haji Her juga aktif mendorong kesejahteraan petani dengan menggandeng ratusan pondok pesantren untuk menghimpun modal pembelian tembakau.
Skema ini bertujuan agar petani bisa menjual hasil panennya dengan harga lebih baik dan tidak bergantung pada pabrikan besar.
Kini, publik masih menanti perkembangan lanjutan dari proses hukum yang berjalan, sekaligus melihat bagaimana kasus ini akan berdampak pada sosok yang memiliki pengaruh besar di industri tembakau tersebut.
Dijuluki Crazy Rich Madura
Selain dikenal sebagai sosok dermawan, Haji Her adalah pengusaha tembakau yang cukup sukses di Madura.
Ia juga menjabat sebagai Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM).
Kekayaannya memang tidak pernah dipublikasikan secara rinci, tetapi kesuksesan bisnisnya terlihat dari berbagai aksi sosial yang viral dan mendapat sorotan.
Pria yang dijuluki “crazy rich Madura” ini memiliki rumah megah di Jalan Raya Trasak, Pamekasan, yang menunjukkan keberhasilannya di dunia bisnis tembakau.
Selain itu, ia juga merambah bisnis minuman dan makanan cepat saji.
Lahir pada 25 November 1981 di Pamekasan, Khairul Umam telah membuktikan bahwa kesuksesan bisnis bisa dijadikan sarana untuk berbagi dan membangun masyarakat lebih baik.
(TribunNewsmaker.com/Tribunnews/Pos Belitung)