Tumurun Private Museum Solo, Destinasi Seni yang Wajib Masuk Bucket List: Koleksi Seni Kelas Dunia
Eri Ariyanto April 14, 2026 04:08 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tumurun Private Museum menjadi salah satu destinasi seni paling eksklusif yang ada di Kota Solo dan semakin mencuri perhatian para pecinta seni maupun wisatawan.

Museum ini dikenal dengan konsep private collection yang jarang dibuka untuk umum, sehingga menghadirkan pengalaman yang lebih intim dan personal dalam menikmati karya seni kelas dunia.

Di dalamnya, pengunjung dapat menemukan berbagai koleksi seni kontemporer, instalasi modern, hingga karya seniman ternama yang dikurasi dengan sangat selektif dan berkelas.

Setiap sudut ruang pamer dirancang dengan estetika tinggi, memadukan unsur arsitektur modern dan pencahayaan artistik yang membuat setiap karya terlihat lebih hidup dan bermakna.

Tidak hanya menjadi tempat pameran seni, Tumurun Private Museum juga menawarkan pengalaman visual yang imersif, menjadikannya spot favorit untuk fotografi dan eksplorasi budaya.

Tak heran jika museum ini kini masuk dalam bucket list wisata seni yang wajib dikunjungi saat berada di Solo, terutama bagi mereka yang ingin menikmati seni dalam suasana yang eksklusif dan berbeda dari museum pada umumnya.

WISATA KOTA SOLO - Museum Private Tumurun di Jalan Kebangkitan Nasional Solo, museum unik milik keluarga Lukminto. (TRIBUNSOLO.COM) (Dok./TribunSolo)

Baca juga: 5 Museum di Solo Jateng, Jadi Destinasi Favorit untuk Kencan Romantis, Ada Lokananta & Radya Pustaka

Tumurun Private Museum menjadi salah satu destinasi wisata seni yang wajib dikunjungi saat berada di Kota Solo, Jawa Tengah.

Museum ini menawarkan pengalaman menikmati karya seni kelas dunia dalam suasana eksklusif di tengah kota Solo.

Museum ini merupakan museum pribadi milik keluarga Lukminto, pendiri PT Sri Rejeki Isman (Sritex). Nama “Tumurun” sendiri berasal dari kata turun-temurun yang bermakna warisan antar generasi.

Museum Pribadi Keluarga Pengusaha Tekstil

Tumurun Private Museum dibangun oleh keluarga besar almarhum HM Lukminto melalui anaknya sebagai wadah untuk memajang koleksi seni pribadi.

Tujuan utamanya adalah mengembangkan apresiasi seni sekaligus menjembatani diskusi antara seni Indonesia dan internasional.

Dari luar, bangunan museum ini tampak seperti rumah mewah berwarna putih di pinggir jalan.

Uniknya, tidak terdapat papan nama besar di depan bangunan, sehingga banyak orang yang awalnya mengira lokasi ini hanya rumah pribadi biasa.

Koleksi Seni Kelas Dunia

Bangunan museum terdiri dari dua lantai yang menyimpan sekitar 150 koleksi karya seni, mulai dari lukisan, instalasi seni, hingga mobil antik.

Di lantai pertama, pengunjung dapat menikmati karya seniman kontemporer Indonesia seperti Tisna Sanjaya, Eddy Susanto, Heri Dono, dan Rudi Mantofani.

Sementara di lantai dua, dipamerkan karya-karya maestro seni rupa Indonesia dan dunia seperti Affandi, Hendra Gunawan, S. Sudjojono, Raden Saleh, Basuki Abdullah, hingga nama besar seperti Walter Spies dan Antonio Blanco.

Setiap karya dilengkapi keterangan singkat, bahkan tersedia barcode yang bisa dipindai untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang karya tersebut.

Nyaman dan Instagramable

Selama berada di dalam museum, pengunjung akan merasa nyaman karena seluruh ruangan dilengkapi pendingin udara.

Selain itu, pengunjung juga akan didampingi pemandu yang menjelaskan setiap karya seni yang dipamerkan.

Tumurun Private Museum juga dikenal memiliki banyak spot foto estetik dan instagramable, sehingga sering menjadi tujuan wisata seni sekaligus fotografi.

Selain itu, museum ini rutin menggelar pameran khusus dua kali dalam setahun yang menampilkan karya seniman nasional maupun internasional.

Lokasi Strategis di Pusat Kota Solo

Tumurun Private Museum berlokasi di Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 2–4, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta.

Lokasinya sangat strategis karena dekat dengan Taman Sriwedari dan tidak jauh dari kawasan Keraton Kasunanan Surakarta.

Dari pusat kota, museum ini mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Pengunjung juga dapat menggunakan aplikasi peta digital dengan mengetik “Tumurun Private Museum”.

Cara Reservasi dan Tiket Masuk

Menariknya, pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis pada jadwal tertentu.

Namun, kunjungan wajib dilakukan dengan reservasi online terlebih dahulu melalui situs resmi www.tumurunmuseum.org.

Selain tiket gratis, tersedia juga tiket berbayar sebesar sekitar Rp25.000 per orang yang dapat dibeli langsung di lokasi atau melalui sistem reservasi resmi.

Tiket gratis biasanya dibuka setiap hari Senin mulai pukul 10.00 WIB untuk kunjungan pada Selasa hingga Minggu di minggu yang sama, dengan kuota sangat terbatas.

 Jam Operasional dan Sistem Kunjungan

Tumurun Private Museum buka setiap Selasa hingga Minggu dengan sistem kunjungan terbatas per sesi.

- Selasa–Minggu: 10.00–16.00 WIB.

- Setiap hari Senin tutup.

Setiap sesi kunjungan hanya berlangsung sekitar satu jam dengan jumlah pengunjung terbatas, sehingga suasana museum tetap nyaman dan tidak padat.

Dengan koleksi seni bernilai tinggi, konsep museum pribadi, serta sistem kunjungan yang tertata, Tumurun Private Museum menjadi salah satu destinasi budaya paling eksklusif di Solo.

Museum ini tidak hanya menawarkan pengalaman melihat karya seni, tetapi juga edukasi dan apresiasi terhadap perkembangan seni rupa Indonesia dan dunia dalam satu ruang yang modern dan nyaman.

(TribunNewsmaker.com/TribunSolo.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.