Kepala BGN Bantah Anggaran Motor Listrik Rp 1,1 T, Dadan: Rp 897 M, Sisanya Dikembalikan ke Negara
Azis Husein Hasibuan April 15, 2026 10:54 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa anggaran pengadaan puluhan ribu sepeda motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mencapai Rp1 triliun.

Ia menjelaskan bahwa rencana pengadaan kendaraan tersebut sebenarnya sudah disusun sejak awal program MBG berjalan dan dimasukkan dalam anggaran tahun 2025.

Sementara itu, untuk tahun 2026, tidak ada lagi alokasi pengadaan motor baru dalam program tersebut.

“Dari target kurang lebih 25.044 sepeda motor yang ditargetkan, hanya bisa dipenuhi 85 persen. Jadi, sekarang ada 21.801 sepeda motor yang sudah selesai dan sekarang masih ada di gudang.

Masih harus kami lakukan yang disebut dengan proses administrasi barang milik negara (BMN),” kata Dadan dalam program Dipo Investigasi di Kompas TV, Selasa, (14/4/2026).

Saat ini, ribuan motor tersebut masih menunggu penyelesaian proses administrasi sebagai barang milik negara sebelum dapat digunakan.

Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan sepeda motor listrik untuk kepala SPPG
Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan sepeda motor listrik untuk kepala SPPG (Istimewa)

Jika tahapan BMN telah rampung, distribusi akan segera dilakukan ke berbagai wilayah prioritas.

Daerah terpencil dengan medan sulit menjadi fokus utama dalam penyaluran kendaraan tersebut.

Dadan juga mengungkapkan bahwa harga motor listrik jenis trail yang dipesan mencapai Rp43,2 juta per unit.

Sementara itu, untuk jenis motor listrik biasa dibanderol dengan harga Rp41,7 juta per unit.

“Jadi, total keseluruhan anggaran kurang lebih Rp897 miliar. Tidak sampai Rp1 triliun karena sisanya dikembalikan ke kas negara,” ungkap Dadan.

BGN: Motor listrik untuk dukung MBG

Dalam siaran pers di laman resmi BGN, 7 April 2026, Kepala BGN Dadan Hindayana mengakui bahwa memang ada pengadaan motor listrik untuk mendukung operasional program MBG.

"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," kata Dadan di Jakarta, Selasa.

Dadan menyebut bahwa motor-motor itu hingga kini belum disalurkan kepada pihak terkait. Dia berkata kendaraan yang telah tersedia masih harus melewati proses administrasi sebagai barang milik negara (BMN) sebelum bisa dioperasikan.

"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," katanya.

Menurut dia, proses realisasi pengadaan motor dimulai secara bertahap pada Desember 2025.

Mengenai kabar di media sosial yang menyebut jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit, Dadan membantahnya.

"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," kata Dadan.

Dia mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai kabar yang belum terkonfirmasi. Di samping itu, dia berharap masyarakat bisa paham bahwa pengadaan sepeda motor adalah bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kelancaran MBG di seluruh tanah air.

Spesifikasi motor

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari BGN mengenai merek beserta spesifikasi sepeda motor listrik yang akan digunakan untuk keperluan MBG. Meski demikian diduga kuat motor itu adalah Emmo – JVX GT.

Emmo – JVX GT adalah sepeda motor trail listrik yang diluncurkan oleh Emmo Electric Mobility. Perusahaan ini didirikan tahun 2021 dan punya misi menghadirkan revolusi transportasi listrik di Indonesia.

Emmo Electric Mobility mengklaim telah memiliki jaringan 50 diler resmi di berbagai kota besar di Indonesia. Motor trail listrik pertamanya diluncurkan tahun 2025.

Menurut laman resminya, Emmo – JVX GT dibanderol dengan harga Rp56.800.000. Tenaganya mencapai 7.000 W dengan jarak tempuh maksimal 70 km.

Motor ini bisa dicas dari 30 persen menjadi 80 persen hanya dalam waktu 1 jam. Emmo mengklaim motor ini tangguh di jalan raya maupun medan off-road.

Dimensi dan bobot

Dimensi: 2080 × 860 × 1150 mm proporsional dengan desain adventure

Ground clearance: 320 mm tinggi dan aman untuk jalur off-road

Berat Kosong: 110 kg ringan dengan handling lincah

Kapasitas Angkut: 200 kg untuk kebutuhan harian maupun touring

Fitur

  • Panel instrumen digital

Layar digital modern menampilkan informasi penting seperti kecepatan, jarak tempuh, kapasitas baterai, dan mode berkendara secara jelas.

  • Suspensi belakang adjustable

Dilengkapi suspensi belakang dengan pengaturan yang dapat disesuaikan, memberikan kenyamanan berkendara di berbagai medan.

  • Rem cakram hidrolik

Sistem rem cakram depan dan belakang memastikan pengereman responsif serta keamanan maksimal di segala kondisi.

  • Baterai terintegrasi

Baterai berkapasitas tinggi dengan desain terintegrasi yang mudah diakses, mendukung jarak tempuh lebih jauh dan pengisian praktis.

  • Rantai dan gear tahan Lama

Menggunakan sistem rantai dan gear kokoh, dirancang untuk ketahanan tinggi dalam penggunaan jangka panjang di medan berat.

(*/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.