TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mentari turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan pencarian dan evakuasi korban laka air di aliran Sungai Progo, wilayah Kranggan, Kabupaten Temanggung.
Setelah beberapa hari proses pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan pada Jumat (10/4/2026).
Tim Rescue Mentari yang berjumlah tujuh personel bergabung bersama tim gabungan untuk melakukan penyisiran menggunakan perahu milik UKM Mentari.
Pencarian difokuskan di sepanjang aliran Sungai Progo, mulai dari Jembatan Babrik hingga kawasan Dam Ancol.
Korban bernama Maulana Akbar Rafio (14), warga Lingkungan Kasanan, Kranggan.
Pencarian dilakukan secara intensif dengan mempertimbangkan kondisi arus sungai yang cukup deras.
Ketua Umum UKM Mentari, David, menjelaskan bahwa tim telah terlibat sejak awal proses pencarian.
“Tim kami sudah turun sejak Senin (6/4) di wilayah Temanggung. Kemudian pada Jumat (10/4), kami melakukan penyisiran dari Jembatan Babrik hingga Dam Ancol mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB,” ungkapnya.
David menambahkan, tim sempat mendapatkan informasi adanya penampakan korban di sekitar Jembatan Tempuran.
“Kami kemudian memutuskan untuk melakukan penghadangan di Jembatan Jonalan. Korban akhirnya terlihat dan dilakukan pengejaran dari bawah jembatan hingga berhasil dievakuasi di Dusun Tingal Kulon sekitar pukul 18.00 WIB,” jelasnya.
Dalam proses tersebut, tim menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya meningkatnya debit air sungai serta keterbatasan penerangan menjelang malam hari.
Meski demikian, seluruh personel tetap berupaya maksimal dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut.
Sementara itu, Pembina UKM Mentari, Pranita Siska Utami, S.E., M.Sc., mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Ia menilai pengalaman lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran mahasiswa.
“Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kemanusiaan tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan empati, kepedulian, serta tanggung jawab sosial. Ini sejalan dengan nilai-nilai yang ditanamkan di UNIMMA,” tuturnya.
Melalui keterlibatan dalam operasi tersebut, UKM Mentari UNIMMA tidak hanya berperan sebagai organisasi kemahasiswaan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang siap hadir dan berkontribusi dalam situasi darurat.
Sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen pada pengabdian masyarakat, UNIMMA terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan, sekaligus membentuk karakter yang tangguh, peduli, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (***)