Tavanjuka Market Resmi Dibuka, Pasar Modern Pertama di Palu Bayarnya Pake QRIS
Lisna Ali April 15, 2026 11:29 AM

TRIBUNPALU.COM - Pemerintah Kota Palu meresmikan pasar berkonsep modern, Tavanjuka Market, di Jl I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Rabu (15/4/2026).

Pasar ini mulai difungsikan kembali setelah melalui proses renovasi total yang dimulai sejak tahun 2025 lalu.

Lokasi pasar ini terbilang sangat strategis karena hanya berjarak sekitar 3 kilometer atau lima menit dari Bandara Internasional Sis Al Jufri.

Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, yang ditandai dengan pemotongan tumpeng secara simbolis.

Usai peresmian, Imelda bersama rombongan meninjau sejumlah lapak untuk memastikan kesiapan fasilitas bagi para pedagang dan pembeli.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu, Irmawati Alkaf.

Tavanjuka Market mengusung konsep fresh market modern yang mengutamakan kebersihan serta kenyamanan bagi masyarakat saat berbelanja.

tavanjuka market0989
TAVANJUKA MARKET - Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu, tercatat sebanyak 189 pedagang telah terdaftar untuk menempati lapak di Tavanjuka Market.

Kehadiran pasar ini diharapkan mampu menciptakan titik pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di wilayah Kelurahan Tavanjuka dan sekitarnya.

Baca juga: Antisipasi Pohon Tumbang, Pemkab Parimo Sisir Pohon Tua di Kawasan Kota Parigi

Salah satu terobosan di pasar ini adalah penerapan metode pembayaran digital melalui sistem QRIS untuk setiap transaksi.

“Pasar ini sudah direnovasi dengan konsep modern. Metode pembayaran juga sudah bisa menggunakan QRIS, sehingga masyarakat lebih nyaman dalam berbelanja,” ujarnya.

Imelda menekankan bahwa pasar ini bukan sekadar tempat transaksi, melainkan simbol pelayanan publik yang lebih berkualitas dan tertata.

Ia berharap Tavanjuka Market semakin ramai dikunjungi dan seluruh pedagang dapat segera menempati lapak yang telah disediakan pemerintah.

Wakil Wali Kota juga memberikan pesan khusus kepada para pedagang untuk selalu menjaga kebersihan dan ketertiban area pasar.

“Pedagang harus menjaga kebersihan agar kenyamanan di sini bisa menyamai pasar-pasar modern lainnya,” tegasnya.

Kesuksesan renovasi ini rencananya akan diadopsi untuk transformasi pasar tradisional lainnya di Kota Palu, termasuk Pasar Inpres Manonda.

Baca juga: Pikup dan Avanza Tabrakan di Toili Barat Banggai, Satu Orang Tewas

189 Pedagang Siap Tempati Lapak

Sementara itu, Kepala Disperindag Palu, Irmawati Alkaf, menyebutkan sebanyak 189 pedagang telah terdaftar di pasar ini.

Meskipun seluruh lapak sudah memiliki pemilik, beberapa unit masih terlihat kosong karena pedagang tengah menyiapkan barang dagangan.

Pihak dinas juga akan mengarahkan para pedagang yang masih berjualan di luar area gedung untuk segera masuk ke dalam lokasi pasar.

“Kami juga akan mengarahkan pedagang yang masih berjualan di luar agar masuk ke dalam area pasar,” ujarnya.

Mengenai biaya operasional, pemerintah telah menetapkan retribusi bulanan yang diatur secara resmi melalui Peraturan Daerah (Perda).

Biaya sewa lapak dipatok mulai dari Rp62.500 per bulan untuk lapak kering dan Rp73.500 per bulan untuk kategori lapak basah.

Sedangkan untuk unit kios yang memiliki fasilitas lebih tertutup, pedagang dikenakan biaya sewa sebesar Rp185.000 setiap bulannya.

Proyek revitalisasi besar ini diketahui menelan anggaran daerah mencapai Rp4,7 miliar guna mewujudkan fasilitas pasar yang representatif.(*)

Update informasi lainnya di Facebook, Instagram, Tiktok dan WA Channel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.