TRIBUNPALU.COM - Ustadz Yakub Mahanggi tak bisa melupakan momentum penemuan bayi yang menggemparkan jemaah subuh, Jumat, 10 April 2026.
Bayi laki-laki itu ditemukan terbungkus hoodie (jaket bertudung). Sebuah dot (empeng) masih menempel di mulut sang bayi untuk meredam tangis.
Namun yang memilukan, terdapat sisa-sisa rumput liar yang menempel pada tubuh mungilnya.
Sontak, kesunyian Subuh pecah oleh teriakan Yakub. "Ada bayi! Ada bayi!" serunya kepada jemaah yang mulai berdatangan.
Bayi ditemukan di Masjid Al-Hidayah, Desa Boyou, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pukul 04.30 Wita.
Baca juga: SAKSI KATA: Oknum PPPK Rampok Kios Agen Bank di Kota Palu
Yakub menemukan bayi itu usai salat sunnah Fajar dua rakaat dilanjutkan zikir.
Ketika zikir, Yakub mulai mendengar tangisan lirih, sangat halus hingga hampir tak terdengar.
"Awalnya saya kira kucing main di mimbar jadi saya tidak gubris," kata Ustadz Yakub Mahanggi kepada TribunPalu.com.
Ia belum merespons. Kedua kalinya baru mulai mencari sumber suara.
"Ini suara bayi, tapi di mana ya. Dalam masjid tak mungkin," tuturnya.
Yakub lalu berdiri mencari sumber suara bayi. Ia kemudian mengarah ke mimbar.
"Saya heran melihat sajadah terbongkar. Setelah saya cek, ternyata ada bayi tanpa busana," uar Yakub.
Bayi itu kemudian diserahkan Yakub kepada istrinya.
Ustadz Yakub tinggal di lingkungan Masjid Al-Hidayah.
"Bayinya dibersihkan, diberi pakaian, sarung tangan, sarung kaki," kata Yakub.
Baca juga: Saksi Kata: Honorer Ungkap Keanehan Seleksi PPPK di Kota Palu
Setelah Salat Subuh, bayi itu diserahkan keluarga Ustadz Yakub kepada Aisyah Alhabsyi, Penanggung Jawab Poskesdes Boyou, sekitar pukul 05.30 Wita.
Aisyah mengungkapkan, bayi itu lahir dengan berat 2,9 kilogram dan panjang 50 sentimeter.
"Fisik normal semua," tuturnya.
Secara medis diduga bayi ini dilahirkan sekitar pukul 22.00 Wita, Kamis (9/4/2026).
Kepolisian telah mendatangi Masjid Al-Hidayah untuk olah tempat kejadian.(*)