Ucapan Duka Mengalir Deras, Ini Ungkapan Keluarga Almarhum Mantan Wawali Manado Abdi Widjaja Buchari
Dewangga Ardhiananta April 15, 2026 12:48 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kota Manado kehilangan salah satu putra terbaiknya.

Mantan Wakil Wali (Wawali) Kota Manado serta Plt Wali Kota Manado Abdi Buchari berpulang ke rahmatullah.

Ungkapan duka pun mengalir deras.

Sembari itu terkuak lagi memori indah warga Manado terhadap sosok kebapakan Abdi.

Agustini Buchari dari pihak keluarga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah turut berbelasungkawa.

"Dengan hati yang masih diselimuti duka, kami keluarga besar almarhum Abdi W. Buchari menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya atas kehadiran, doa, serta perhatian saudara sekalian dalam prosesi pemakaman almarhum," tulisnya di medsos Rabu (15/4/2026).

Ujar dia, pihaknya secara khusus mengapresiasi jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Ketua MUI Sulawesi Utara (Sulut), Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Utara, Ketua Baznas Sulawesi Utara serta para kolega almarhum semasa hidup.

Kehadiran mereka sungguh menguatkan keluarga yang tengah kehilangan.

"Kami juga menyampaikan terima kasih yang tulus kepada masyarakat Kampung Jawa Tondano, para pegawai syar’i, Kerukunan Keluarga Jaton Indonesia (KKJI), serta keluarga besar di Kampung Jawa Tondano, Keluarga Besar Lenzun, Keluarga Besar Senduk, Keluarga Besar Supit, Keluarga Besar Roeroe atas kebersamaan, perhatian, dan dukungan yang begitu berarti bagi kami," kata dia.

Ucapan terima kasih juga diberikan terhadap berbagai ucapan, doa, serta testimoni yang mengisahkan jejak kebaikan almarhum semasa hidup.

"Setiap kata yang disampaikan menjadi pengingat dan penguat bagi kami bahwa almarhum telah berusaha menanam kebaikan dan meninggalkan kenangan yang indah di hati banyak orang," katanya.

Ucapan Duka Pemkot Manado

Wafatnya Abdi mendatangkan duka bagi Pemerintah Kota Manado, Sulut.

"Turut berdukacita atas meninggalnya Almarhum DR. H. Abdi Buchari, S.E., M.Si. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan dari Tuhan Yang Maha Esa," tulis Wawali Manado Richard Sualang dalam akun medsos Wawali RS yang dikutip Tribun Manado.

Sosok Abdi Widjaja Buchari

Kabar meninggalnya Abdi Buchari tersebar di grup-grup media sosial.

"Inalillahi wainailaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah bapak DR. Abdi Widjaya Buchari di kediaman keluarga besar di Tondano. Selamat jalan orang baik.. jalanmu jalan kami juga," tulis postingan tersebut.

Almarhum dikenal sebagai sosok birokrat senior yang memiliki rekam jejak panjang dalam pemerintahan, khususnya di Kota Manado.

Abdi Widjaja Buchari lahir pada 20 Oktober 1959.

Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Manado periode 2005–2008. 

Tak hanya itu, ia juga dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Wali Kota Manado pada periode 2008–2009.

Di bidang pendidikan, almarhum merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Program Studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado pada tahun 1984. 

Ia kemudian melanjutkan studi magister di Program Pascasarjana Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan Universitas Hasanuddin, Ujung Pandang, dan meraih gelar pada tahun 1994

Tak berhenti di situ, Abdi juga menempuh pendidikan doktoral (S3) di Universitas Negeri Jakarta.

Selain pendidikan formal, ia aktif mengikuti berbagai kursus dan pelatihan, di antaranya Program Perencanaan Nasional (PPN) LPEM Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1988, Training of Trainers (TOT) Penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Badan Pusat Statistik pada 1992, hingga pelatihan “Regional Development and Planning for Eastern Part of Indonesia” oleh JICA di Hokkaido, Jepang, pada 1996.

Karier birokrasi Abdi dimulai dari Bappeda. 

Ia pernah menjabat sebagai Penjabat Kepala Seksi Pengembangan Dunia Usaha Bappeda (1991–1995), Kepala Seksi Pertanian Bappeda (1995–1996), serta Kepala Seksi Perhubungan dan Pariwisata Bappeda (1996–1998).

Selanjutnya, ia dipercaya sebagai Kepala Bagian TUP Setda pada 1998, Kepala Bidang Penelitian Bappeda (1998–2001), serta Kepala Bidang Litbang Sosial dan Pemerintahan Bapelitbang (2001–2002).

Kariernya terus menanjak saat menjabat sebagai Kepala Biro Perekonomian Setda (2002–2005), sebelum akhirnya terpilih sebagai Wakil Wali Kota Manado.

Di luar pemerintahan, almarhum juga aktif dalam berbagai organisasi. 

Ia pernah menjabat sebagai Ketua MW Presidium KAHMI Sulut, Wakil Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Sulut, Ketua Pengda PERCASI Manado, serta Ketua Syarikat Islam Cabang Manado.

Kepergian Abdi Widjaja Buchari meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat Sulawesi Utara. 

Sosoknya dikenal sebagai birokrat yang berdedikasi serta memiliki kontribusi besar dalam pembangunan daerah.

(TribunManado.co.id/Art)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.