IRGC : Kami Punya Senjata Rahasia yang Tak Terbayangkan oleh AS dan Israel
Hari Susmayanti April 15, 2026 01:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan kemampuan militer Iran belum dikeluarkan seluruhnya untuk menghadapi Israel dan Amerika Serikat.

Hal itu disampaikan langsung oleh Juru Bicara IRGC Jenderal Hossein Mohebbi seperti yang dikutip Tribun Jogja dari Tasnim.

Menurut Hossein Mohebbi, Iran memiliki kemampuan militer baru yang akan mengejutkan musuh.

Dia mengklaim, kemampuan baru yang belum dikeluarkan ini tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Amerika Serikat dan Israel.

"Kami belum mengungkapkan banyak kemampuan kami. Jika perang berlanjut, kami akan mengungkap kemampuan yang tidak pernah dibayangkan musuh."

"Kami akan memamerkan metode pertempuran yang tidak akan mampu dilawan musuh secara signifikan terhadap pendekatan baru kami," katanya.

Sementara itu dikutip dari Aljazeera, Amerika Serikat hingga saat ini masih melakukan blokade di Selat Hormuz.

Komando Pusat militer AS (CENTCOM) menyebut selama blokade dilaksanakan, tidak ada kapal yang berhasil melewati Selat Hormuz.

Baca juga: Trump Ngebet Damai dengan Iran, Mau Gelar Perundingan Kedua

Enam kapal yang berusaha melewati blokade akhirnya memilih untuk berbalik arah mengikuti perintah militer AS.

CENTCOM mengatakan blokade tersebut hanya berlaku untuk kapal yang "memasuki dan keluar dari pelabuhan Iran" dan kapal lain tetap bebas untuk melintasi jalur air tersebut.

“Pasukan AS mendukung kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan-pelabuhan non-Iran.”tulis CENTCOM dikutip dari Aljazeera.

Sementara itu berdasarkan laporan Reuter, setidaknya tiga kapal melintasi selat tersebut selama 24 jam pertama blokade, mengutip data pengiriman.

Termasuk dua kapal tanker yang dikenai sanksi oleh AS. Ketiga kapal tersebut tidak menuju pelabuhan-pelabuhan Iran, menurut Reuters.

CENTCOM mengatakan 10.000 pelaut, Marinir, dan penerbang AS terlibat dalam operasi tersebut, bersama dengan lebih dari selusin kapal perang AS dan puluhan pesawat.

Para pengamat militer secara luas mengatakan pasukan AS memiliki kemampuan untuk mempertahankan blokade untuk masa mendatang, tetapi tekanan yang berkelanjutan meningkatkan kemungkinan serangan Iran. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.