Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Sukabumi, Jalur ke Sagaranten Sempat Lumpuh Total
Bobby Wiratama April 15, 2026 01:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Akses jalan provinsi yang menghubungkan Sukabumi menuju Sagaranten dilaporkan lumpuh total setelah diterjang banjir yang membawa material longsor pada Selasa sore (14/4/2026).

Material berupa lumpur, batu besar, hingga rumpun bambu menutup badan jalan di wilayah Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, sehingga kendaraan tidak dapat melintas sama sekali.

Peristiwa ini bermula sekitar pukul tiga sore ketika hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam durasi yang cukup lama.

Air yang meluap dari area perkebunan warga di atas bukit mengalir deras menuju badan jalan provinsi karena sistem drainase yang ada tidak mampu lagi menampung debit air yang sangat besar.

Kondisi ini diperparah dengan terbawanya berbagai material alam yang langsung menutup akses utama masyarakat.

Baca juga: Banjir di Solo dan Sukoharjo, Ratusan Rumah Terendam Imbas Hujan Deras Beberapa Jam

Menurut kesaksian warga setempat bernama Asep, kejadian ini bukan murni longsoran tanah dari tebing, melainkan akibat limpasan air kebun yang meluap ke jalan.

Ia menjelaskan bahwa drainase di lokasi tersebut tidak kuat menahan derasnya aliran air sehingga meluber ke jalan raya sambil menyeret bebatuan dan ranting pohon.

Dampaknya, arus lalu lintas dari kedua arah terhenti total dan memaksa para pengendara untuk menunggu selama berjam-jam.

Salah seorang pengendara, Ujang, menceritakan pengalamannya saat terjebak dalam kemacetan tersebut ketika hendak pulang kerja menuju Sagaranten.

Ia mengaku tertahan hampir tiga jam dan baru bisa melanjutkan perjalanan sekitar pukul sembilan malam setelah material dievakuasi oleh petugas.

Selain menghambat mobilitas di Kampung Legok Areuy dan Kampung Tugu, bencana ini juga sempat berdampak pada akses di Desa Kertaangsana serta menyebabkan pemadaman listrik di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengonfirmasi bahwa banjir dan longsor ini memang dipicu oleh faktor cuaca ekstrem.

Petugas bersama warga sekitar segera bekerja bakti membersihkan sisa-sisa lumpur dan batu agar jalur tersebut bisa segera dibuka kembali, meskipun sempat diberlakukan sistem buka-tutup untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Meski sempat memutus urat nadi transportasi, beruntung tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.

Mengingat kejadian serupa pernah terjadi di lokasi yang sama pada tahun sebelumnya, masyarakat sangat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata dengan memperbaiki sistem drainase agar bencana serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.