Ketinggian Air 1 Meter, Warga Gentan Sukoharjo Bertahan di Pengungsian, Banjir Terparah Sejak 1997
ninda iswara April 15, 2026 01:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Banjir yang melanda kawasan Desa Gentan, Kecamatan Baki, telah memaksa sebanyak 108 kepala keluarga (KK) meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Hingga Rabu (15/4/2026), kondisi pengungsian masih belum berubah.

Warga terpaksa bertahan karena cuaca di wilayah tersebut masih didominasi mendung dan berpotensi kembali turun hujan.

Situasi ini membuat masyarakat tetap waspada, mengingat ancaman naiknya kembali debit air masih cukup tinggi.

“Kalau melihat kondisi awan masih mendung, kemungkinan hujan bisa turun lagi. Ini yang membuat warga tetap bertahan di tempat pengungsian,” ujar salah satu warga, Wawan Juniadi, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: 24 Catatan Strategis DPRD Sukoharjo ke Pemerintah Daerah: dari PAD, Masalah Banjir hingga Sampah

108 KK Terdampak Banjir di Dusun Keden Gentan

Di Dusun Keden RT 01 RW VII, tercatat sebanyak 108 KK terdampak banjir yang mulai terjadi sejak Selasa (14/4/2026) malam.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sebagian warga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing setelah air sempat berangsur surut.

Namun, tidak sedikit pula yang masih memilih bertahan di pengungsian karena kondisi cuaca belum menunjukkan tanda-tanda stabil.

Menurut Wawan Juniadi, banjir tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Solo Raya sejak Selasa siang sekitar pukul 14.00 WIB hingga Rabu dini hari.

“Hujan mulai turun siang hari dan terus berlangsung sampai sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Air mulai naik sekitar pukul 18.00 WIB, terus meninggi hingga warga akhirnya mengungsi pada malam hari,” ujarnya.

Ketinggian Air Capai 1 Meter di Beberapa Titik

Pada puncak banjir, ketinggian air dilaporkan mencapai selutut orang dewasa.

Bahkan di beberapa titik, air mencapai 80 sentimeter hingga 1 meter.

Di dalam rumah warga, air juga masuk cukup tinggi, yakni sekitar 70 hingga 80 sentimeter, sehingga memaksa warga mengevakuasi barang dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Setelah sempat surut pada Rabu subuh, debit air kembali meningkat akibat hujan yang masih mengguyur wilayah tersebut.

Kondisi ini membuat warga tidak bisa sepenuhnya kembali ke rumah karena khawatir banjir susulan kembali terjadi.

BANJIR SUKOHARJO - Sebanyak 108 kepala keluarga (KK) di Dusun Keden RT 01 RW VII, Desa Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo terendam banjir sejak Selasa (14/4/2026) malam. Hujan dengan intensitas tinggi mulai turun sekitar pukul 14.00 WIB dan terus berlanjut hingga Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. (TribunSolo.com/Anang Maruf)

Warga Pilih Mengungsi ke Wilayah Lebih Tinggi

Warga kemudian memilih mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari genangan air yang masih berpotensi naik.

Wawan menyebut banjir kali ini tergolong cukup parah karena hampir seluruh warga di RT 01 terdampak dan harus meninggalkan rumah.

Banjir Terparah Sejak 1997

Menurut Wawan, banjir besar terakhir yang melanda wilayah tersebut terjadi pada tahun 1997. Sementara pada 2006, banjir juga sempat terjadi namun dengan skala lebih kecil.

“Kalau dibandingkan, ini termasuk parah. Karena semua warga di RT ini, sekitar 108 KK terdampak. Ini belum termasuk RT lain seperti RT 03 dan RT 04,” jelas Wawan.

Banjir diduga terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang merata di wilayah Boyolali hingga daerah hulu seperti Kartasura.

Kondisi ini menyebabkan aliran air melimpah dan mengalir ke wilayah hilir, termasuk kawasan Gentan.

(TribunTrends/TribunSolo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.