TRIBUNJAKARTA.COM - Pendakwah populer asal Lampung, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah, sempat berceramah yang menyinggung peran Presiden Prabowo Subianto di kawasan Selat Hormuz.
Ceramah itu viral di media sosial dan memicu perdebatan publik.
Dalam potongan ceramah yang beredar viral, Gus Miftah menyebut hebatnya Prabowo lantaran kapal Indonesia disebut tetap bisa melintas di Selat Hormuz di tengah ketegangan antara Iran dan Israel-Amerika Serikat.
Ia juga mengaitkan hal tersebut dengan kondisi harga BBM di Indonesia yang tidak mengalami kenaikan.
"Hebatnya, Pak Prabowo apa? Di saat kapal yang melintas dicegat Iran, dua kapal Pertamina yang membawa minyak atas diplomasi Pak Prabowo kapal Indonesia boleh melewati Selat Hormuz. Itu lah salah satu penyebab kenapa BBM indonesia tidak naik," katanya.
Pernyataan itu kemudian mendapat tanggapan dari influencer yang dikenal sebagai DJ Donny.
Ia menilai klaim tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Menurut DJ Donny, posisi kapal kini dapat dilacak secara terbuka lewat sistem pelacakan maritim.
Ia menyebut ada dua kapal yang menjadi sorotan, yakni kapal milik Pertamina yang disebut sebagai Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Berdasarkan penelusurannya, kedua kapal tersebut berada di wilayah berbeda.
Masing-masing di sekitar Bahrain dan Dubai.
"Pernyataan itu menurut saya sangat menyesatkan. Sekarang posisi kapal bisa dicek secara online," ujarnya dalam pernyataan yang beredar di media sosial.
Selain itu, DJ Donny juga menyinggung soal harga BBM yang disebut tidak naik bukan semata karena faktor diplomasi, melainkan ada peran kebijakan internal, termasuk strategi dari Pertamina dalam mengelola beban biaya.
Polemik ini pun memicu beragam reaksi dari warganet.
Sebagian menilai pernyataan dalam ceramah perlu diluruskan dengan data yang akurat, sementara lainnya menganggap perbedaan pandangan tersebut sebagai hal yang wajar dalam ruang publik.
Hingga kini, belum ada klarifikasi lanjutan dari pihak Gus Miftah terkait pernyataan yang ramai diperbincangkan tersebut.