Dukungan DPD II Golkar Wajo ke Munafri Tak Goyah: Sosok Tepat Kembalikan Dominasi di Sulsel
Ansar April 15, 2026 02:07 PM

TRIBUNTIMUR.COM, WAJO – Ketua DPD II Partai Golkar Wajo, dr Baso Rahmanuddin, menyatakan arah dukungan organisasinya menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel.

“DPD II Partai Golkar Wajo cenderung ke Pak Appi (Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar/Ketua DPD II Golkar Makassar),” ujarnya jelang Musda Golkar Sulsel di Hotel Claro Makassar yang direncanakan berlangsung pada 18 April mendatang.

Munafri dinilai memiliki kompetensi, kapasitas, serta tekad kuat untuk membesarkan dan mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulawesi Selatan.

“Ini tentu dengan berbagai pertimbangan objektif, sehingga kami cenderung ke Pak Appi,” urainya.

“Sejak dulu, Sulsel menjadi lumbung suara Golkar. Pada Pemilu 2029 nanti, ini bisa menjadi momentum terbaik bagi Golkar untuk kembali merebut kemenangan,” sambung DBR, sapaan akrabnya.

Tak hanya menyatakan dukungan, DPD II Golkar Wajo juga berencana hadir dalam Musda tersebut.

“Jelas akan hadir, namun saat ini kami belum menerima undangan resmi terkait jadwal Musda. Kami masih menunggu,” katanya.

Menjelang Musda Golkar Sulsel, sejumlah figur calon ketua mulai ramai diperbincangkan.

Sejumlah kader potensial dinilai memiliki peluang memimpin partai berlambang beringin tersebut.

Belakangan ini, setidaknya empat nama mencuat dalam perbincangan internal untuk bertarung pada Musda Golkar Sulsel 2026.

Mereka adalah Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina, serta mantan Wali Kota Makassar periode 2004–2014 Ilham Arief Sirajuddin.

Keempatnya memiliki rekam jejak politik yang berbeda, namun sama-sama kuat dalam konteks internal Partai Golkar Sulsel.

Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, merupakan kader tulen Golkar yang saat ini menjabat Ketua DPD II Golkar Makassar.

Ia memiliki basis politik kuat di ibu kota provinsi, ditopang pengalaman dalam berbagai kontestasi politik hingga akhirnya terpilih sebagai Wali Kota Makassar pada Pilkada 2024.

Posisi strategisnya sebagai Wali Kota Makassar menjadi nilai tambah dalam peta perebutan kursi ketua.

Sementara itu, Andi Ina Kartika Sari dikenal sebagai figur perempuan yang menguat melalui jalur struktural partai.

Saat ini, ia menjabat Bendahara Golkar Sulsel sekaligus Bupati Barru.

Ia juga tercatat sebagai perempuan pertama yang menjabat Ketua DPRD Sulsel periode 2019–2024.

Kombinasi pengalaman legislatif dan eksekutif dinilai memperkuat kapasitasnya dalam memimpin organisasi.

Di sisi lain, Rahman Pina merupakan politisi senior yang telah lama berkecimpung di Partai Golkar.

Ia kini menjabat Wakil Ketua DPRD Sulsel periode 2024–2029 dan dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Golkar Sulsel sejak Januari 2026.

Selain itu, ia juga memimpin Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sulsel yang menjadi salah satu pilar penting dalam kaderisasi partai.

Adapun Ilham Arief Sirajuddin atau IAS dikenal sebagai tokoh senior dengan pengalaman panjang di dunia politik.

Ia mengawali kariernya di Partai Golkar sebelum kemudian berpindah ke Partai Demokrat dan sempat menjabat sebagai Ketua Demokrat Sulsel.

Setelah melalui dinamika politik tersebut, ia kembali ke Partai Golkar pada 2022.

Dalam konteks jejaring politik, IAS juga memiliki kedekatan dengan struktur kekuasaan daerah.

Podcast Ngobrol Politik Tribun Timur turut mengangkat dinamika Musda Golkar Sulsel dalam tema “Golkar Sulsel Cari Ketua Baru, Siapa Paling Layak?”.

Diskusi tersebut berlangsung di Studio Tribun Timur, Jalan Cenderawasih, Makassar, Selasa (14/4/2026) malam.

Dipandu host Tribun Timur, I Luh Devi Sania, podcast tersebut menghadirkan dua narasumber.

Yakni Wakil Ketua Golkar Sulsel yang juga Ketua Steering Committee (SC) Musda, Armin Mustamin Toputiri.

Serta Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Hasrullah.

Dalam diskusi tersebut, Hasrullah mengupas kondisi Golkar Sulsel pasca Pemilu 2024 yang dinilai menjadi titik balik penting dalam perjalanan politik partai.

Untuk pertama kalinya, Golkar kehilangan kursi Ketua DPRD Sulsel setelah hanya meraih 14 kursi.

Posisi pemenang direbut Partai NasDem yang berhasil mengamankan 17 kursi, sekaligus mencatat sejarah baru di Sulsel.

“Ini momentum evaluasi besar. Golkar selama ini dikenal sebagai lumbung suara, bahkan mendominasi di banyak kabupaten/kota. Namun kekalahan kali ini menjadi alarm keras bagi Golkar,” ujar Hasrullah.

Ia menegaskan, jika ingin kembali berjaya pada Pemilu 2029, Golkar Sulsel harus melakukan koreksi total, terutama dalam hal penguatan konsolidasi internal.

Sementara itu, Armin Mustamin menegaskan panitia Musda terus mematangkan persiapan teknis dan mekanisme pelaksanaan.

Baginya, Musda bukan sekadar agenda memilih ketua, tetapi menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi Golkar Sulsel.

Mantan Anggota DPRD Sulsel itu memastikan seluruh kader memiliki peluang yang sama untuk maju sebagai calon ketua, selama memenuhi mekanisme dan persyaratan yang berlaku di Partai Golkar.

Armin juga menegaskan bahwa Golkar merupakan partai yang terbuka dan inklusif.

“Golkar adalah partai terbuka. Kami selalu terbuka terhadap berbagai saran dan masukan,” tegasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.