Tragis... Kecelakaan Turun, tapi Korban Tewas Naik di Songkran Thailand
GH News April 15, 2026 02:09 PM
Bangkok -

Perayaan Songkran 2026 di Thailand diwarnai tingginya angka kecelakaan lalu lintas selama periode yang dikenal sebagai "Seven Dangerous Days". Dalam empat hari pertama, sebanyak 154 orang dilaporkan meninggal dunia dan 705 lainnya mengalami luka-luka.

Dikutip dari pada Rabu (15/4/2026), jumlah kecelakaan tercatat sebanyak 755 kasus. Angka itu memang turun hampir 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1.002 kasus.

Meski demikian, tragisnya jumlah korban meninggal justru meningkat dari 144 orang pada tahun sebelumnya menjadi 154 orang tahun ini, sementara korban luka menurun dari 999 menjadi 705 orang.

Kepala Pusat Keselamatan Jalan (RSC), Yossapol Wenukoset, menyebutkan bahwa pada Senin saja terjadi 237 kecelakaan di seluruh Thailand, yang mengakibatkan 224 orang terluka dan 51 orang meninggal dunia.

Kecelakaan berulang saat Fetsival Songkran itu menjadi perhatian pemerintah Thailand. Tahun ini, pemerintah menggelar kampanye keselamatan bertajuk "Drive Safely, Reduce Speed, Prevent Accidents" untuk menekan angka kecelakaan. Agenda itu dilakukan 10-16 April.

Berdasarkan data RSC pada 10-13 April, penyebab utama kecelakaan adalah kecepatan berlebih (41,8 persen), disusul mengemudi dalam keadaan mabuk (27,4 persen). Sepeda motor menjadi kendaraan yang paling banyak terlibat, mencapai 70,9 persen dari total kejadian.

Sebagian besar kecelakaan terjadi di jalan lurus (75,5 persen), terutama di jalan di bawah administrasi tambon dan wilayah desa (36,3 persen). Waktu paling rawan kecelakaan tercatat pada pukul 15.00 hingga 18.00, dengan kontribusi sebesar 20,25 persen.

Dari sisi demografi, korban terbanyak berasal dari kelompok usia 20-29 tahun dan 30-39 tahun, yang masing-masing menyumbang 17,8 persen dari total korban.

Secara wilayah, Provinsi Lampang mencatat jumlah kecelakaan tertinggi dengan 33 kasus serta korban luka terbanyak sebanyak 34 orang. Sementara itu, Bangkok mencatat delapan korban meninggal dunia, dan 22 provinsi lainnya dilaporkan tidak mencatatkan korban jiwa selama periode tersebut.

Direktur Jenderal Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana, Thiraphat Khatchamart, mengatakan arus lalu lintas masih padat pada Selasa. Banyak warga masih bepergian untuk merayakan Songkran, sementara sebagian lainnya mulai kembali ke Bangkok atau ke tempat kerja lebih awal untuk menghindari kepadatan pada Rabu.

Dia menambahkan RSC telah menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk mengatur lalu lintas sesuai kondisi di masing-masing daerah, terutama di jalur utama yang sedang dalam perbaikan. Pos pemeriksaan dan titik layanan juga disiapkan di lokasi strategis guna mencegah pengemudi mengantuk serta mengurangi risiko kecelakaan, khususnya tabrakan dari belakang.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.